ENVY Incar 240 Ribu Merchant

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) mengincar 15% dari total 1,6 juta merchant atau sebanyak 240 ribu merchant untuk melakukan kerjasama pemasaran berbasis teknologi informasi.

Sementara itu hingga saat ini, emiten yang baru saja tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, telah menjalin sebanyak 600 Merchant.

"Tahun depan kami harap sudah menjalin kerjasama dengan 15% dari 1,6 juta merchant di Indonesia," kata Dirut ENVY, Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi di gedung BEI, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Ia menjelaskan, untuk pengembangan kerjasama dengan warung (merchant) tersebut, perseroan telah menggelontorkan belanja modal tahap awal sebesar Rp5 miliar.

"Investasinya akan dilakukan secara bertahap," kata dia.

Kerjasama itu, lanjut dia, sebagai bagian dari upaya peningkatan pendapatan perseroan menjadi sebesar Rp102,7 miliar tahun 2019 dan Rp105,4 miliar di tahun 2020.

Sedangkan laba bersih tahun 2019 ditarget sebesar Rp7,27 miliar dan laba bersih tahun 2020 ditarget sebesar Rp23,79 miliar.

"Sampai semester I 2019 sudah mencapai lebih dari 50% dari target kami," kata dia.

Ia menambahkan, target tersebut dicapai dengan membidik penguatan posisi (positioning) sebagai penyelenggara layanan jasa keamanan informasi digital, pengembangan eksponensial layanan big data, dan layanan digital sektor keuangan, serta penguatan posisi sebagai mitra para perusahaan.

Sementara itu, aset perseroan pada tahun ini ditargetkan menyentuh Rp391,46 miliar dan pada 2022 diharapkan bisa menembus Rp545,88 miliar.

Sedangkan di tahun 2018, ENVY membukukan pendapatan sebesar Rp80,35 miliar atau mengalami kenaikan sebesar Rp77,16 miliar atau setara dengan 2.424,90% dibandingkan pendapatan pada tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp3,18 miliar.

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pendapatan perseroan dari segmen sistem integrasi informatika sebesar Rp68,28 miliar.

Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan dari segmen sistem integrasi telekomunikasi sebesar Rp10,27 miliar atau naik sebanyak 4.272,50%, atau setara Rp10,51 miliar sampai akhir tahun 2018 dibandingkan dengan akhir tahun 2017 (y-o-y) dengan nilai pendapatan sebesar Rp240 juta.