Dengan Rp10 Ribu Dapat Berinvestasi Melalui Xdana Syariah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Xdana Investa Indonesia meluncurkan aplikasi reksa dana syariah yaitu Xdana Syariah.

Aplikasi khusus produk-produk reksa dana syariah ini merupakan yang pertama kali diluncurkan di Indonesia.

Aplikasi Xdana Syariah diharapkan dapat menjadi solusi untuk kebutuhan para investor pasar modal yang ingin berinvestasi pada produk-produk reksa dana syariah.

Direktur PT Xdana Investa Indonesia, Li Ming Suryaputra mengatakan, dengan men-download aplikasi Xdana Syariah melalui Play Store atau Apps Store, investor dapat langsung memulai investasi dan memilih produk-produk reksa dana syariah yang tersedia sesuai dengan tujuan dan profil risikonya.

“Minimum investasi dimulai dari Rp.10.000 saja, dan tidak dikenakan biaya investasi. Aplikasi Xdana Syariah juga memuat fitur analisa dan monitoring yang komprehensif,” jelas dia dalam siaran pers, Senin (20/5/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dewasa ini makin marak produk reksa dana syariah yang ditawarkan dipasaran. Selain itu, minat masyarakat terhadap produk reksa dana syariah sebagai alternatif investasi pun semakin tinggi.

Adapun Xdana melihat bahwa masyarakat mengharapkan bisa berinvestasi pada platform khusus reksa dana berbasis syariah dengan cara mudah dan terjangkau.

“Hal-hal inilah yang mendasari dibentuknya Xdana Syariah, aplikasi khusus reksa dana syariah bagi masyarakat,” kata dia.

Ditambahkan, dengan kondisi Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, menjadikan produk investasi berbasis syariah sebagai produk yang potensial.

Tak heran, produk-produk berbasis islamic atau produk-produk syariah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dalam 5 tahun terakhir, khususnya produk reksa dana syariah.

Di tahun 2014, produk reksa dana syariah yang terdaftar sebanyak 74 produk dan di tahun 2019 bertambah menjadi sebanyak 242 produk.

Adapun total asset atau dana kelolaan produk reksa dana syariah per-22 Maret 2019 telah mencapai Rp34,62 trilyun atau bertumbuh sekitar 24,7% dari tahun 2017.