Volume SUN Diperdagangan Selasa Kemarin Senilai Rp11,85 Triliun dari 44 Seri

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian fixed income MNC Securities yang dirilis Rabu (15/5/2019) mengungkapkan, volume perdagangan Surat Utang Negara (SUN) yang dilaporkan pada perdagangan kemarin (14/5), mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume perdagangan sebelumnya (13/5).

Dimana, volume perdagangan yang dilaporkan tercatat senilai Rp11,85 triliun dari 44 seri Surat Utang Negara yang dilaporkan dimana volume perdagangan seri acuan yang dilaporkan senilai Rp4,16 triliun.

Sedangkan Obligasi Negara seri FR0078 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp1,98 triliun dari 53 kali transaksi. Obligasi Negara seri acuan dengan tenor 10 tahun tersebut diperdagangkan pada harga rata - rata 101,61%.

Adapun Project Based Syariah seri SR010 menjadi Surat Berharga Syariah Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp163,85 miliar dari 15 kali transaksi dengan harga rata - rata pada level 99,47%.

Sementara itu, dari perdagangan obligasi korporasi yang dilaporkan pada perdagangan di hari Selasa (14/5) kemarin, mengalami kenaikan senilai Rp904 miliar dari 44 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan.

Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap V Tahun 2019 Seri A (ADMF04ACN5) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp93,00 miliar dari 4 kali transaksi dan diikuti oleh Obligasi Berkelanjutan II Medco Energi Internasional Tahap IV Seri A (MEDC02ACN4) dan Obligasi Berkelanjutan Astra Sedaya Finance Tahap II Tahun 2019 (ASDF04ACN2) masing-masing senilai Rp81,00 dari 2 kali transaksi dan Rp80,00 miliar dari 2 kali perdagangan.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika ditutup pada level 14438,00 per dollar Amerika dan menguat sebesar 13,00 pts dibandingkan dengan level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan hari Selasa, Rupiah dibuka mengalami penguatan terhadap Dollar Amerika,namun tidak lama kemudian melemah kembali hingga akhir sesi perdagangan.

Dibuka menguat pada level 14420 per Dollar Amerika dan bergerak pada kisaran 14420 hingga 14460 per Dollar Amerika. Adapun pergerakan Rupiah tersebut diikuti oleh perubahan yang beragam pada mata uang regional.

Adapun yang memimpin penguatan pada mata uang regional yaitu mata uang Baht Thailand (THB) sebesar 0,50% yang diiringi dengan Rupee India (INR) sebesar 0,22% dan Dollar Singapura (SGD) sebesar 0,18%.

Sedangkan yang mengalami pelemahan tertinggi didapati pada mata uang Peso Filipina (PHP) sebesar 0,61% dan diikuti oleh pelemahan mata uang Yen Jepang (JPY) dan Dollar Taiwan (TWD) masing-masing melemah sebesar 0,35% dan 0,17% terhadap Dollar Amerika.

Sedangkan dari perdagangan surat utang global, imbal hasil surat utang global bergerak cukup bervariasi.

Imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 dan 30 tahun ditutup dengan mengalami penurunan masing-masing pada level 2,40% dan 2,85% .

Sementara itu, imbal hasil dari Surat Utang Jerman (Bund) bertenor 10 tahun ditutup melemah pada level –0,073% dan untuk surat utang Inggris (Gilt) ditutup melemah di level 1,101% untuk tenor 10 tahun.