Sinergi Antarinstansi Dorong Perekonomian Jawa Tengah Tetap Terjaga

foto: doc Bank Indonesia

Pasardana.id - Sinergi antara instansi di Jawa Tengah mampu mendorong perekonomian Jawa Tengah tetap terjaga. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tinggi, dengan inflasi yang rendah sebesar 1,51% (yoy, posisi Februari 2019) didorong oleh kontribusi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Sugeng, dalam serah terima jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (KPw BI Provinsi Jateng), hari ini (Jumat, 15/3/2019) di Semarang.

Dengan serah terima kali ini, Soekowardojo resmi menjadi Kepala KPw BI Provinsi Jateng, menggantikan Hamid Ponco Wibowo.

Selanjutnya, Sugeng menambahkan perlunya menjaga keseimbangan antara menjaga inflasi tetap rendah, dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga. Salah satu sektor yang memiliki potensi mendorong pertumbuhan ekonomi adalah sektor pariwisata.

Di Jawa Tengah khususnya, potensi pariwisata, seperti Candi Borobudur, diyakini mampu menjadi destinasi penghasil devisa.

Untuk itu, BI akan terus bekerja sama dan mendukung langkah Pemerintah Daerah dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata. Selain itu, kerja sama dalam mendorong ekonomi digital dan pengembangan UMKM juga akan terus ditingkatkan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BI bagi Jawa Tengah.

Kehadiran BI di Jawa Tengah membawa arti penting khususnya dalam memberikan pandangan dan menyelesaikan berbagai permasalahan ekonomi daerah.

Untuk seterusnya, Kepala KPw BI Provinsi Jateng yang baru diharapkan dapat terus meningkatkan kerja sama dengan seluruh unsur di daerah, demi kemajuan ekonomi Jawa Tengah.