Wall Street dan Bursa Eropa Terus Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Senin (25/2/2019) setelah sentimen pasar terdongkrak perkembangan terbaru negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Seperti diwartakan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 60,14 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 26.091,95. Indeks S&P 500 meningkat 3,44 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 2.796,11. Indeks komposit Nasdaq menguat 26,92 poin, atau sekitar 0,36 persen, menjadi 7.554,46.

Saham perusahaan manufaktur alat berat Caterpillar melambung 1,97 persen, memimpin penguatan indeks Dow Jones. Saham Boeing mengalami peningkatan 0,67 persen.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di teritori positif. Penguatan sektor material dan teknologi menutupi pelemahan sektor utilitas dan properti.

Saham General Electric melambung 6,39 persen setelah Danaher dikabarkan akan mengakuisisi bisnis biofarmasi GE dengan dana sebesar US$21 miliar atau sekitar Rp294,4 triliun.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring penguatan yang berlangsung di pasar modal. Harga emas untuk pengiriman April 2019 turun US$3,30, atau sekitar 0,25 persen, menjadi US$1.329,50 per ons.

Harga emas berjangka tercegah turun lebih jauh dengan melemahnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS turun 0,1 persen menjadi 96,429.

Seperti yang berlangsung di Wall Street, bursa saham Eropa juga meneruskan penguatan dari sesi sebelumnya pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa mengalami peningkatan 0,3 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, bergerak naik 5,14 poin menjadi 7.183,74. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, menguat 47,69 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 11.505,39.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pegerakan turun hanya 0,30 poin menjadi 9.204,30. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 16,01 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 5.231,85.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3124 per pound setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mempertimbangkan untuk menunda tenggat waktu Brexit. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1520 euro per pound.