Pekan Pertama November, Rata-Rata Frekuensi Transaksi BEI Meningkat Sebesar 5,27 Persen

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan ini (4-8 November) ditutup bervariasi.

Melansir siaran pers BEI, Jumat (08/11) malam, disebutkan bahwa hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan data rata-rata frekuensi transaksi BEI sebesar 5,27 persen menjadi 554,840 ribu kali transaksi dari 527,047 ribu kali transaksi selama sepekan sebelumnya (28 Okt – 01 Nov).

Kemudian data rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan sebesar 11,44 persen menjadi Rp8,493 triliun dari Rp9,590 triliun pada pekan sebelumnya. Lalu untuk data rata-rata volume transaksi harian BEI juga mencatatkan perubahan sebesar 38,23 persen menjadi 12,672 miliar unit saham dari 20,515 miliar unit saham di pekan sebelumnya.

Sementara itu pada pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan sebesar 0,47 persen pada posisi 6.177,986 dari 6.207,191 pada pekan sebelumnya (28 Okt – 01 Nov).

Mengikuti IHSG, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan (4-8 Nov) juga mengalami perubahan sebesar 0,46 persen menjadi Rp7.105,017 triliun dari Rp7.138,198 triliun pada penutupan minggu lalu (01 Nov).

Lebih lanjut diungkapkan, sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp45,355 triliun dan investor asing pada perdagangan Jumat (08/11) mencatatkan jual bersih sebesar Rp988,99 miliar.

Sementara itu, BEI kedatangan 2 (dua) Perusahaan Tercatat ke-43 dan ke-44 di tahun 2019 pada pekan ini Jumat (8/11), adalah PT Singaraja Putra Tbk dengan kode saham SINI dan PT Ginting Jaya Energi Tbk dengan kode saham WOWS, keduanya dicatatkan pada Papan Pengembangan BEI.

SINI tercatat pada sektor Basic Industry and Chemicals, dengan subsektor Wood Industries, sementara WOWS tercatat pada sektor Mining, dengan subsektor Crude Petroleum & Natural Gas Production.

Di sisi lain, sepanjang pekan ini (4-8 Nov), 2 (dua) Obligasi tercatat di BEI, pertama pada Rabu (6/11) Obligasi Berkelanjutan III BCA Finance Tahap I Tahun 2019 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT BCA Finance dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp1.500.000.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) adalah idAAA (Triple A) dan PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) adalah AAA (idn) (Triple A). Bertindak sebagai Wali Amanat dari emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian pada Jumat (8/11) Obligasi Berkelanjutan III Bank BRI Tahap I Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp5.000.000.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dari PEFINDO adalah idAAA (Triple A) dan Fitch adalah AAA (idn) (Triple A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 86 Emisi dari 45 Perusahaan Tercatat senilai Rp101,04 triliun.

Dengan pencatatan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 418 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp442,01 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 118 Perusahaan Tercatat.

Adapun Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 101 seri dengan nilai nominal Rp2.707,26 triliun dan USD400 juta.

Sedangkan Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp8,71 triliun.