Tujuh Indeks Sektoral Alami Koreksi, IHSG Parkir Di Zona Merah Ke Level 6.218

Foto : Pasardana.id

Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu (6/11/2019) ditutup di zona merah dengan melemah 46,607 basis point atau terkoreksi -0,74% ke level 6.217,545. Indeks bergerak dari batas bawah di level 6.198 hingga batas atas pada level 6.274.

Indeks LQ45 mengalami pelemahan 1,17% ke level 988,012. Selanjutnya, IDX30 melemah -1,35% ke level 538,090. Sementara itu, IDX80 juga koreksi -0,86% ke level 140,345. Kemudian, JII melemah -0,55% ke level 692,810. 

Tujuh indeks sektoral mengalami koreksi dan tiga indeks sektoral lainnya menguat. Indeks sektoral yang melemah antara lain: Manufaktur melemah -0,25%, sektor Misc-Industry terkoreksi -0,62%, Property -0,81%, sektor Consumer -0,38%, sektor Finance -1,59%, Infrastructure melemah -1,17%, dan sektor Agri koreksi -0,83%. Sedangkan tiga sektor yang mampu menguat antar lain: sektor Mining menguat 0,99%, Basic Industry positif 0,12%, dan Trade menguat 0,30%.

Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain; BMSR yang naik 26 point atau menguat  34,66% ke level 101. Dilanjutkan MPRO yang naik 355 point atau menguat 24,82% ke level 1.785. ARTO menguat 24,71% atau bertambah 650 point ke level 3.280. SLIS menguat 21,46% atau naik 410 point ke level 2.320. INTD menguat 21,16% atau naik 58 point ke level 332.

Sedangkan saham-saham yang tergolong top losser antara lain; MYRX -28 point atau melemah 35,00% ke level 52. ARMY melemah 34,75% atau koreksi -65 point ke level 122. RIMO -33 point atau melemah 34,37% ke level 63. ANDI turun -70 point atau melemah 24,82% ke level 212. SIMA melemah -14 point atau turun 21,87% ke level 50.

Di sisi lain, Investor melakukan transaksi sebanyak 564.151 kali senilai Rp9,374 triliun. Pada pasar reguler terjadi transaksi senilai Rp6,959 triliun dan pasar negosiasi terjadi transaksi senilai Rp2,415 triliun.

Pada sisi investor asing, tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp2,316 triliun dan aksi jual sebesar Rp2,718 triliun. Sehingga investor asing tercatat jual bersih sebesar Rp402 miliar.