Grup Modalku Telah Salurkan Pinjaman Modal Usaha ke UMKM Sebesar Rp10 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Grup Modalku mengumumkan telah menyalurkan pinjaman modal usaha sebesar Rp10 triliun bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, Malaysia, dan Singapura sejak didirikan.

Angka penyaluran tersebut telah meningkat lebih dari 3 kali lipat dari pencapaian di bulan November 2018.

Selain jumlah penyaluran, Modalku juga mengutamakan perluasan jangkauan UMKM yang bisa mendapatkan pinjaman.

Hingga saat ini, Modalku telah menyalurkan dana ke lebih dari 1,1 juta jumlah transaksi pinjaman UMKM.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 40 kali lipat, dimana pada tahun sebelumnya penyaluran dana yang diberikan sebanyak 25 ribu pinjaman UMKM.

Sebelumnya, Modalku telah mendapatkan izin usaha dari OJK sebagai bentuk kepercayaan pemerintah dan publik terhadap kredibilitas bisnis Modalku.

Dengan demikian, pengakuan ini melengkapi izin usaha dari regulator keuangan yang dikantongi perusahaan di masing-masing negara operasionalnya.

“Pencapaian ini merupakan satu hal yang patut disyukuri karena perkembangan pesat yang dialami Modalku beriringan dengan perkembangan UMKM yang terus didukung,” jelas Reynold Wijaya selaku Co-Founder & CEO Modalku dalam siaran pers, Kamis (14/11).

Meski demikian, lanjutnya, pihaknya tidak berpuas diri. Menurutnya, Modalku akan terus melakukan inovasi untuk menjangkau lebih banyak UMKM yang belum tersentuh dan layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

“Dalam meningkatkan inklusi keuangan, Modalku bekerjasama dengan beberapa platform digital seperti e-commerce untuk menjangkau lebih banyak UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Reynold.

Co-Founder & COO Modalku, Iwan Kurniawan menambahkan, potensi pasar di Indonesia masih sangat besar.

Dirinya percaya bahwa UMKM merupakan punggung perekonomian Indonesia dan perlu terus didukung karena angka UMKM baru setiap tahunnya selalu bertambah.

Asal tahu saja, Modalku menyediakan pinjaman tanpa agunan kepada UMKM, termasuk yang berjualan melalui platfrom digital, dengan proses persetujuan yang cepat di hari yang sama dan pencairan dana dalam hitungan hari.

“Modalku juga menawarkan pinjaman menggunakan invoice sebagai dokumen utama dalam mengajukan pinjaman untuk memfasilitasi bisnis yang bergantung pada piutang yang dibayarkan oleh klien untuk memperlancar arus kas,” bebernya.

Sementara itu, di sisi lain, pencapaian yang telah diraih Modalku juga didukung oleh para pemberi pinjaman Modalku yang sudah aktif menyalurkan dananya ke UMKM yang terdaftar di Modalku.

Sampai saat ini, jumlah pemberi pinjaman yang terdaftar di Modalku sekitar 150 ribu akun yang terdiri dari individu dan institusi.

Pemberi pinjaman individu dari kalangan milenial masih mendominasi profil pemberi pinjaman di Modalku.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA 2019, dari total 181 juta populasi orang dewasa di Indonesia, sebanyak 139 juta tidak memiliki akses penuh ke layanan perbankan (seperti kredit, asuransi, dan investasi).

Hal ini tentunya bisa menjadi kendala bagi pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya, namun tidak memiliki akses penuh ke layanan keuangan.

Disinilah peran fintech untuk memberikan solusi melalui teknologi dan inovasi produk layanan keuangan.

Modalku sendiri, menyediakan layanan peer-to-peer (P2P) lending, di mana peminjam (UMKM yang layak kredit) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp2 miliar yang didanai oleh pemberi pinjaman platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital.

Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia di bawah nama Funding Societies.