Di Tengah Perlambatan Ekonomi Global, Kebijakan Moneter Masih Akan Tetap Akomodatif

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) berpendapat kebijakan moneter akomodatif yang diterapkan Bank Indonesia (BI) akan menjadi bantalan bagi perekonomian Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global.

Senior Portofolio Manager Equity Manulife Aset Manajemen, Samuel Kesuma menilai, kebijakan moneter akomodatif bakal jadi bantalan ekonomi domestik.

"Ke depan, kebijakan moneter masih akan tetap akomodatif. Kebijakan moneter akomodatif ini dapat menjadi bantalan bagi ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global," ujar Samuel Kesuma di Jakarta, Rabu (16/10).

Lebih lanjut Samuel menyebutkan, sepanjang 2019, BI menurunkan suku bunga acuan BI 7 day Reverse Repo Rate sebanyak tiga kali atau mencapai 0,75 persen menjadi 5,25 persen.

Dia memperkirakan, pemangkasan BI 7 day Reverse Repo Rate akan berlanjut, lantaran tingkat suku bunga masih kompetitif di lingkup regional.

"Ruang pemangkasan suku bunga lebih lanjut terlihat dari suku bunga riil Indonesia yang masih kompetitif, jika dibandingkan dengan negara kawasan Asia yang memiliki defisit neraca berjalan, seperti India dan Filipina," terang Samuel.

Menurutnya, tingkat inflasi, defisit pada neraca berjalan dan prospek pertumbuhan ekonomi akan menjadi faktor pertimbangan penting bagi BI untuk memangkas BI 7 day Reverse Repo Rate lebih lanjut.

Sementara itu, lanjut Samuel, saat ini pemerintah sudah memformulasi beberapa insentif fiskal dalam bentuk perpajakan yang diharapkan dapat menahan dampak negatif perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, sekaligus mengakselerasi pemulihan perekonomian domestik.

"Rencananya, pemerintah akan menurunkan pajak pendapatan korporasi dari level saat ini sebesar 25 persen menjadi 22 persen di 2021 dan sebesar 20 persen di tahun 2023. Langkah ini untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan Asia," tutur Samuel.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga berencana mengubah ambang batas pajak penghasilan individu yang diharapkan dapat meningkatkan disposable income dan bisa mendorong daya beli masyarakat.