ANALIS MARKET (10/1/2019) : IHSG Diestimasi Bergerak Menguat Didorong Sentimen Pelemahan Indeks Dolar AS

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (10/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis ditopang oleh sektor perbankan. IHSG dipengaruhi aksi profit taking oleh investor lokal dan tren kelanjutan net foreign buy.

Adapun sector perdagangan yang mengalami Top Gainers, yaitu: Agriculture (+1.80%), Property (+0.77%), Finance (+0.73%).

Sementara itu, pasar global kembali ditutup naik kemarin (09/1), di tengah perundingan dagang Tiongkok-AS dan kenaikan harga minyak global. Perundingan ini diperpanjang menjadi 3 hari dan berakhir kemarin dengan nada positif. Kenaikan pasar Eropa ditopang sektor otomotif dan teknologi. Pasar AS menguat di tengah rilis notula rapat The Fed dan pertemuan Trump dengan petinggi partai Demokrat.

Lebih lanjut, riset NH Korindo Sekuritas juga menyebutkan, sentimen positif berasal dari pelemahan indeks dolar AS menjadi 95,2 dari penutupan sebelumnya sebesar 95,9. Pelemahan indeks dolar ini diharapkan dapat membantu penguatan mata uang rupiah terhadap dolar AS.

Sentimen positif lainnya berasal dari pernyataan pemerintah Tiongkok bahwa pembicaraan dagang dengan AS berjalan dengan pemahaman kedua belah pihak yang saling menguntungkan.

Sentimen negatif diperkirakan datang dari penguatan minyak mentah dunia sebesar 5,18% menjadi USD52,36/bbl. Penguatan minyak mentah didorong oleh permintaan dari Amerika Midwest meningkat 11,5% menjadi 3,3 juta barrel/ hari , level tertinggi sejak tahun 1990. Total impor minyak AS meningkat menjadi 7,84 barrel/hari.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, untuk hari ini, kami mengestimasi IHSG bergerak menguat dengan support range 6180-6220 dan resistance range 6315-6350,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (10/1/2019).

Sementara itu, beberapa berita seputar emiten yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain;

BUMI : Penjualan 2018 Melampaui Target

GMFI : Anggaran Capex 2019 US$50 Juta

WOOD : Membidik Pertumbuhan Penjualan 20%

ADHI : Realisasi Kontrak Baru 2018 Rp24,8 Triliun