ANALIS MARKET (13/7/2018) : IHSG Diproyeksi Bergerak Bervariasi dan Cenderung Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas Indonesia menyebutkan, kekhawatiran perang dagang antara AS dengan China mereda dan pasar mulai memfokuskan pada rilis kinerja 2Q18 emiten sektoral akan mendukung pergerakan positif indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (13/7/2018).

Dari kawasan Asia, pasar akan digerakkan oleh data Ekspor Impor China Juni 2018. Ekspor China Juni diperkirakan tumbuh melambat 10% (yoy) dari Mei lalu 12,6% (yoy). Impor China Juni diperkirakan tumbuh 20,8% (yoy) melambat dari Mei sebesar 26% (yoy). Neraca perdagangan China Juni 2018 diperkirakan surplus USD27,9 miliar naik dari Mei yang surplus USD24,92 miliar.

Sementara Wall Street tadi malam (12/7), berhasil rebound setelah redanya isu perang tarif antara AS dengan China.

Pasar mereson positif pernyataan otoritas China yang tidak menginginkan perang dagang dengan AS. Indeks Nasdaq berhasil menguat 1,4% mencapai level tertinggi baru di 7823,92. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,91% dan 0,87% di 24924,89 dan 2798,29.

Di zona Euro, indeks saham utama Eurostoxx menguat 0,68% di 3445,49. Harga nikel di LME rebound 2% di USD14235/MT dan harga timah rebound 1,5% di USD19667/ MT. Sedangkan harga minyak konsolidasi di USD70,33/barel.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi di kisaran support 5870 hingga resisten di 5980 cenderung menguat terbatas,” sebut analis FAC Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Jumat (13/7/2018).