Indeks Kospi Merosot 0,77 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 19 poin, atau sekitar 0,77 persen, pada Jumat (8/6/2018), menjadi 2.451,58. Volume perdagangan tinggi mencapai 510,91 juta saham senilai 7,19 triliun won atau sekitar US$6,69 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 553 berbanding 265.

Indeks Kospi mengakhiri reli lima sesi beruntun sebelumnya setelah para investor melakukan aksi ambil untung di tengah mulai mencuatnya kekhawatiran akan hasil KTT G7. Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melakukan pertemuan khusus dengan pemimpin beberapa negara dalam event tersebut, untuk melakukan pembicaraan terkait perdagangan.

“Reli terhenti setelah sektor teknologi dan saham perusahaan baja melemah,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

“Terjadinya aksi jual besar-besaran di pasar saham Brasil juga berdampak terhadap pasar saham negara lainnya, termasuk Korea Selatan,” jelas Seo.

Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 33,24 miliar won dan 498,6 miliar won. Sedangkan investor ritel membeli saham senilai 503,8 miliar won.

Sektor teknologi mengalami pelemahan setelah otoritas antitrust Tiongkok melakukan penyelidikan terhadap Samsung Electronics dan SK Hynix setelah harga chip memori DRAM, yang produksinya dikuasai dua perusahaan tersebut plus perusahaan AS Micron Technology, melambung. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 1,88 persen dan 2,75 persen.

Saham perusahaan baja anjlok setelah menguat secara signifikan pada sesi sebelumnya. Saham POSCO dan Hyundai Steel masing-masing terjun 2,17 persen dan 6,17 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan telekomunikasi menguat setelah tiga di antaranya lulus tes awal untuk lelang jaringan frekuensi 5G. Saham SK Telecom, KT, dan LG Uplus masing-masing meningkat 1,55 persen, 0,72 persen, dan 6,43 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 6,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.075,9 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 12,10 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 6.045,20. Bursa saham Asia Tenggara diwarnai dengan pelemahan, termasuk di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 42,35 poin, atau sekitar 1,36 persen, menjadi 3.067,15. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong mengalami penurunan tajam 554,42 poin, atau sekitar 1,76 persen, menjadi 30.958,21.