BEI Kembali Beri Kelonggaran Emiten Tak Penuhi Free Float

Foto : Istimewa

Pasardana.id - Sebanyak dua emiten yang belum memenuhi ketentuan free float minimal 7,5 persen akan mendapatkan kelonggaran dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu karena kedua emiten telah menyampaikan proposal aksi korporasi untuk memenuhi ketentuan tersebut.

"Ada dua emiten yang minta kepada kami untuk diberi waktu hingga Oktober mendatang dalam pemenuhan ketentuan tersebut," ungkap Direktur Penilaian BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Dengan demikian, jelas dia, kedua emiten tersebut akan terhindar dari denda Rp 50 juta yang akan dikenakan BEI kepada emiten lalai yang memenuhi ketentuan free float 7,5 %. Namun sayangnya, dia tidak menyebut kedua emiten yang dimaksud.

"Mereka akan didenda jika pada akhir Oktober mendatang minimal saham beredar di public masih kurang dari 7,5%," kata dia.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melayangkan surat peringatan kedua kepada emiten yang belum memenuhi ketentuan saham beredar di publik minimal 7,5%. Sebab, batas peringatan pertama akan berakhir pada akhir Juni 2016.

Menurut Direktur Penilaian BEI, Samsul Hidayat bahwa dalam catatannya hingga saat ini masih ada beberapa emiten yang belum memenuhi ketentuan tersebut.

"Paling tidak ada 10 emetin yang belum memenuhi ketentuan free float," ucap Samsul di Jakarta, Selasa (28/6/2016). 

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu hal itu setelah mendapat laporan Kustodian Sentral Efek Indonesia.

"Laporannya kami terima tanggal 12 Juli 2016 mendatang," ujar dia. 

Jika dari laporan tersebut didapati emiten yang belum memenuhi ketentuan itu, maka selain mendapatkan surat peringatan kedua dan denda uang, mereka akan di denda Rp 50 juta. "Didenda sebesar Rp50 juta," tegas dia.

Samsul mengaku, beberapa emiten telah menyerahkan rencana aksi korporasi misalnya melalui rigth issue dan stocksplit.

"Namun langkah itu juga tergantung pasar, apakah langkah akan diserap pasar atau tidak," pungkas dia.