Tito Sulistio Usulkan Pemegang Saham BEI Dapat Dividen

foto : istimewa

Pasardana.id - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menilai, ada dua klausul dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 45 tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di pasar modal yang harus di revisi. Hal itu dipercaya dapat meningkatkan kinerja bursa.

“Ada dua hal yang perlu dibenahi dalam PP 45 tahun 1995. Jika memungkinkan, BEI bisa bagi dividen dan bukan pemegang saham BEI dapat jadi AB (Anggota Bursa),” usul dia di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Ia menjelaskan, mengacu pada beleid diatas, maka bursa bukanlah perusahaan berorientasi pada pencarian keuntungan atau non profit motif. Dengan demikian, BEI tidak dapat membagi dividen bagi pemegang sahamnya.

“Padahal laba BEI sampai Rp300 miliar tapi tidak boleh bagi dividen,” kata dia.

Untuk diketahui, saat ini pemegang saham terdiri dari 106 AB . Sayangnya, berdasarakan laporan keuangan tahun 2017, terdapat 20 AB yang mencatatkan kerugian.

Tito juga mengusulkan, perusahaan keuangan bukan pemegang saham BEI dapat menjadi AB. Hal itu diyakini dapat meningkatkan transaksi di pasar obligasi dan surat utang negera (SUN). Sehingga BEI dapat membangun flatform perdagangan Obligasi dan SUN.

“Di pasar fix income, pemain terbesarnya dalam Bank, tapi karena bukan AB, maka harus lewat AB sehingga tidak efisien. Tapi kalau Bank jadi AB semua bisa transaksi langsung,” kata dia.

Selain itu, lanjut Tito, perusahaan efek bukan pemegang saham dapat menjadi AB. Hal itu sejalan dengan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat peraturan pembentukan Perusahaan Efek Daerah (PED).

“Sehingga perusahaan efek bukan pemegang saham dapat melakukan transaksi,” jelas Tito.

Lebih lanjut, Tito mengharapkan, perubahan PP tersebut dapat dilakukan dalam tiga hingga empat tahun mendatang.