Investasi Unit Link Diprediksi Masih Tetap Diminati Tahun Depan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, portofolio investasi perusahaan asuransi mayoritas disalurkan ke reksa dana. Dari total investasi senilai Rp445,83 triliun pada kuartal II 2018, porsi reksa dana mencapai 33%, dan disusul saham 31,6%.

Adapun Deposito mencatat alokasi investasi sebesar 10,6%, SBN 13,8%, sukuk korporasi 6,9% dan sisanya lain-lain.

Sementara itu, kebutuhan orang akan proteksi dan investasi masih tinggi, ditengah gejolak pasar global.

Menyikapi kondisi tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Togar Pasaribu memperkirakan, produk asuransi unit link masih akan tetap diminati tahun depan. 

“Perang dagang, kenaikan suku bunga AS, tidak ada pengaruhnya ke industri asuransi, khususnya jiwa. Karena potensinya masih besar,” kata Togar di seminar Infobank, dengan tema “Masihkah Unit Link Menjadi Pilihan Investasi di Tengah Pasar Keuangan yang Bergejolak”, di BEI Jakarta, Selasa, 6 November 2018.

Dijelaskan, rata-rata pertumbuhan premi produk unit link sejak kuartal II 2014 sampai kuartal II 2018 mencapai 16%. Sementara rata-rata pertumbuhan premi produk tradisional hanya 13,5%.

“Artinya produk unit link masih diminati banyak orang,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, bila dilihat dari penetrasi pasar, jika dibandingkan jumlah penduduk, sampai kuartal II 2018 baru sampai 6,6%.

“Masyarakat Indonesia sangat suka berinvestasi, namun memang caranya saja tidak tahu,” tandas Togar.