Wall Street Merosot, Bursa Eropa Menguat
Pasardana.id - Wall Street merosot pada Kamis (21/9/2017) setelah para investor bersiap menghadapi peningkatan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat yang ketiga kalinya tahun ini, seperti diindikasikan dalam hasil pertemuan The Fed yang lalu, dan adanya sanksi baru AS terhadap Korea Utara.
Torehan rekor indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di Bursa Efek New York, AS, terhenti pada Kamis. Saham Apple Inc membebani ketiga indeks utama perdagangan dengan anjlok 1,7 persen akibat mencuatnya kekhawatiran terhadap permintaan akan produk ponsel pintar terbaru Apple.
Seperti dilansir Reuters, indeks Dow Jones turun 53,36 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 22.359,23. Indeks S&P 500 melemah 7,64 poin, atau sekitar 0,30 persen, menjadi 2.500,6. Indeks komposit Nasdaq merosot 33,35 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 6.422,69.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange anjlok 1,64 persen setelah The Fed mengindikasikan akan meningkatnya suku bunga pada Desember. Harga emas untuk pengiriman Desember 2017 anjlok US$21,6 menjadi US$1.294,8 per ons. Dolar AS melemah dengan indeks dolar AS turun 0,29 persen menjadi 92,236.
Sebaliknya dari pasar saham AS, bursa Eropa menguat pada Kamis dengan indeks STOXX 600 Eropa meningkat 0,2 persen menjadi 382,88. Saham perbankan Eropa meningkat setelah The Fed menyatakan akan meningkatkan kembali suku bunga.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 8,05 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 7.263,90. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, naik 30,86 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 12.600,03.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, bergerak naik 4,90 poin menjadi 10.297. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, menguat 25,63 poin, atau sekitar 0,49 persen, menjadi 5.267,29.
Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound menguat 0,5 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,357 per pound. Sedangkan terhadap euro tak berubah dari 1,136 euro per pound.

