Wall Street dan Bursa Eropa Alami Pelemahan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Selasa (5/9/2017) dengan indeks S&P 500 di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mengalami penurunan harian tercuram dalam tiga pekan terakhir setelah para investor memiliki kekhawatiran akan perkembangan kondisi di Korea Utara, dimana telah terjadi tes nuklir pada akhir pekan lalu.

Seperti dilansir Reuters, indeks S&P 500 turun 18,7 poin, atau sekitar 0,76 persen, menjadi 2.457,85. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 234,25 poin, atau sekitar 1,07 persen, menjadi 21.753,31. Indeks komposit Nasdaq merosot 59,76 poin, atau sekitar 0,93 persen, menjadi 6.375,57.

Sesi perdagangan Selasa merupakan sesi perdagangan saham pertama di AS dalam pekan ini setelah berlangsungnya libur Hari Buruh.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat lebih dari 1 persen pada Selasa, terdongkrak meningkatnya tensi antara Korut dengan AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2017 naik US$14,1, atau sekitar 1,06 persen, menjadi US$1.344,5 per ons. Peningkatan harga emas berjangka juga didukung pelemahan dolar AS dengan indeks dolar AS turun 0,24 persen menjadi 92,410.

Seperti perdagangan saham di AS, bursa Eropa juga melemah akibat kekhawatiran akan perkembangan kondisi di Korut. Indeks STOXX 600 Eropa turun 0,13 persen pada Selasa.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 38,55 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 7.372,92. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 63,40 poin, atau sekitar 0,62 persen, menjadi 10.179,80.

Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melorot 17,41 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 5.086,56. Sedangkan indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, naik 21,50 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 12.123,71.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling meningkat 0,7 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3027 per pound. Sedangkan terhadap euro menguat 0,5 persen menjadi 1,0928 euro per pound.