ANALIS MARKET : Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Kisaran Rp.13.250 - Rp.13.270 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset Samuel Aset Manajemen menyebutkan, indeks futures bursa Asia bervariasi, mengindikasikan pergerakan indeks yang akan mixed pada hari ini walaupun ada sentimen positif dari indeks global yang kompak naik semalam.

Adapun harga minyak mentah pagi ini dibuka turun. Sedangkan mata uang kuat Asia dibuka menguat terhadap USDolar karena ekspektasi The Fed tidak menaikkan suku bunganya, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.13.250 - Rp.13.270 per USD.

“Rupiah berpotensi menguat menuju kisaran Rp.13.250 - Rp.13.270 per USD," jelas Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen, dalam laporan risetnya yang dilansir dari laman resmi Samuel Aset Manajemen, Rabu (20/9/2017).

Lebih lanjut, riset juga menyebutkan beberapa sentimen yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain; DJP kembali akan mengejar aset-aset yang tidak dilaporkan oleh WP baik yang ikut TA maupun yang tidak ikut. DJP akan mengenakan tarif sesuai dengan kategori WP tersebut.

Upaya ini dimaksudkan untuk menambah penerimaan pajak yang targetnya terus ditingkatkan tetapi di sisi lain berpotensi menggerus konsumsi rumah tangga terutama untuk kelas menengah ke atas. 

Sementara itu, dari faktor eksternal, sektor perumahan di AS khususnya untuk housing starts mencatatkan pelemahan dalam 2 bulan terakhir. Pada Agustus tercatat turun 0,8% mom dari ekspektasi naik 1,7% mom. Namun secara tahunan masih tercatat naik. Demikian pula dengan building permits masih mencatatkan kenaikan.

“Penurunan tersebut kemungkinan bersifat temporer dan outlook ekonomi AS masih bagus," terang Lana.