ANALIS : Indeks Diprediksi Akan Bergerak Mixed

foto : istimewa

Pasardana.id - Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak mixed tetapi dengan kecenderungan naik memfaktorkan kesepakatan Congress AS untuk mencegah shut-down .

Demikian dikatakan Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen dalam paparan riset hariannya yang dilansir dari laman resmi Samuel Aset Manajemen, Selasa (02/5/2017).

“Pagi ini mata uang Asia dibuka melemah terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.330 sampai dengan Rp.13.340 per USD," terang Lana.

Lebih lanjut dikatakan, data IBPA mencatat jumlah penerbitan obligasi korporasi per Q1-2017 sebesar Rp.22,58 triliun naik 62,9% yoy. Sebagian besar penerbitan tersebut berasal dari sektor multifinance untuk tujuan refinancing.

Untuk tahun 2017, diperkirakan obligasi yang jatuh tempo akan mencapai Rp.78 triliun, dan sebesar Rp.50 triliun berasal dari sektor multifinance.

“Penerebitan obligasi korporasi yang cukup besar ini juga sebagai alternatif pembiayaan karena perbankan belum agresif salurkan kredit ke sektor riil diluar sektor pemerintah," paparnya. 

Sementara itu, dari faktor eksternal, indeks manufaktur PMI AS untuk bulan April mencatatkan penurunan, baik yang dikeluarkan oleh ISM maupun the Markit. Namun keduanya masih diatas level 50 yang artinya masih pada level ekspansi.

“Penurunan indeks PMI tersebut karena menurunnya indeks pesanan baru dan jumlah yang bekerja. The Markit memperkirakan penurunan April ini bersifat musiman," tandas Lana.