Pengamat : Masyarakat Pesimis dengan Ketersediaan Lapangan Kerja

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada survei Juli 2017 mencatatkan kenaikan tipis dibandingkan Juni 2017.

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengindikasikan, optimisme konsumen meningkat, sebagaimana tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2017 yang naik 1,0 poin dari bulan sebelumnya (Juni 2017), menjadi sebesar 123,4.

Menurut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen, kenaikan ini terbantu dengan naiknya Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), tetapi pada Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) masih turun.

“Penurunan terutama karena konsumen tidak yakin dengan ketersediaan lapangan kerja dengan level dibawah 100 yang artinya pesimis. Konsumen juga menunjukkan penurunan optimisme dalam pembelian barang tahan lama, yang bisa menjadi indikasi masih lemahnya penjualan dalam jangka pendek. Namun konsumen memperkirakan harga masih akan naik," terang Lana, yang dilansir dari laman resmi Samuel Aset Manajemen, Rabu (09/8/2017).

Sebelumnya, riset BI menyebutkan bahwa meningkatnya optimisme konsumen pada Juli 2017 terutama didorong oleh membaiknya ekspektasi konsumen terhadap kondisi kegiatan usaha dan penghasilan, serta ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan mendatang.

Sementara itu, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini menurun terutama pada ketepatan waktu pembelian barang tahan lama (durable goods) dan penghasilan saat ini.

Meski demikian, persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini mengalami perbaikan meski masih berada pada level yang pesimis (indeks <100).

Sementara itu, tekanan kenaikan harga dalam 6 bulan mendatang diperkirakan meningkat, terindikasi dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 6 bulan mendatang sebesar 4,0 poin menjadi 171,5.

Meningkatnya ekspektasi kenaikan harga tersebut terutama dipengaruhi oleh kekhawatiran responden terhadap kemungkinan adanya kenaikan administered prices.

Sejalan dengan penghasilan konsumen saat ini yang sedikit melemah, porsi pengeluaran untuk konsumsi menurun dari 64,5% menjadi 64,0%.

Demikian pula porsi untuk tabungan menurun dari 21,0% menjadi 20,6%. Di sisi lain, porsi pembayaran cicilan pinjaman meningkat yakni dari 14,5% pada bulan sebelumnya menjadi 15,4%.