Kinerja Keuangan Disebut Penyebab PADI Melambung

foto : istimewa

Pasardana.id - Dalam beberapa hari perdagangan, harga saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) meningkat secara signifikan, bahkan operator pasar modal menghentikan sementara perdagangan (suspend) saham emiten jasa keuangan tersebut dan meminta melakukan paparan publik insidentil.

Direktur Utama PADI Djoko Joelijanto menyatakan, bahwa kenaikan harga sahamnya tersebut lebih dikarenakan apresiasi pelaku pasar terhadap kinerja keuangan perseroan yang mengalami peningkatan signifikan.

“Mungkin lebih karena kinerja keuangan yang mencatatkan laba bersih, sementara sebelumnya mencatakan rugi," kata Djoko di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Ia merinci, pada akhir Juni 2017, perseroan mencatatkan laba tahun berjalan Rp32,17 miliar, sedangkan periode yang sama tahun lalu merugi Rp395,76 juta. Hal itu ditopang peningkatan pendapatan usaha perseroan sebesar 448,97% menjadi Rp40,51 miliar dari Rp7,38 miliar.

“Peningkatan pendapatan lebih disebabkan peningkatan perantara perdagangan efek sebesar 633,39% menjadi Rp38,19 miliar dari Rp5,21 miliar," kata dia.

Dalam kesempatan ini, dia juga menyampaikan ketidaktahuan akan asal rumor yang beredar terkait rencana PADI akan mengakuisisi PT Bank Muamalat Tbk.

“Kami tidak tahu rumor itu datangnya dari mana," kata dia.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum memiliki kesepakatan dengan pihak mana pun dalam melakukan aksi korporasi.

“Kalau pun nanti ada aksi korporasi, maka kami akan menyampaikan dalam keterbukaan informasi pada Bursa Efek Indonesia," tegas dia.

Namun demikian, dia tidak menapik bahwa perseroan akan meningkatkan kinerja dan nilai tambah bagi para pemegang saham.

“Kami selalu mencari peluang untuk mengembangkan usaha," tandas dia.