Tarif Cukai Kemasan Bisa Turunkan Permintaan Industri

foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) khawatir penurunan permintaan akan dialami industri makanan dan minuman akibat pemberlakuan tarif cukai pada kemasan plastik. Pasalnya, hal ini akan meningkatkan harga yang berdampak pelemahan daya saingnya.

"Industri makanan dan minuman, akan sangat terdampak karena butuh plastik sebagai wadah pengemasan," kata Menteri Perindustrian (Memperin), Airlangga Hartanto di Jakarta, kemarin.

Penerapan tarif cukai pada sektor pangan diprediksi melambatkan pertumbuhan pada 2017. Padahal, sektor ini menggerakkan pertumbuhan industri non-migas.

"Kinerja industri makanan dan minuman tumbuh 9,8% pada triwulan III 2016. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Sebanyak 33,61% dikontribusikan industri makanan dan minuman ke pertumbuhan industri non-migas pada kuartal III 2016.

Sementara itu, Industri Kecil dan Menengah (IKM) juga diperkirakan mengalami dampak dari pemberlakuan tarif cukai plastik. Padahal, usaha ini sedang dikembangkan dan digenjot untuk memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pengenaan cukai dianggap akan menjadi beban berat bagi pengembangan daya saing IKM nasional," ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih.