Wall Street dan Bursa Eropa Menguat Mengakhiri Pekan
Pasardana.id - Wall Street menguat pada Jumat (27/10/2017) dipicu tanggapan positif para investor terhadap data ekonomi Amerika Serikat yang terbaru dan kinerja apik perusahan-perusahaan raksasa teknologi Negeri Paman Sam pada kuartal III 2017.
Seperti dilansir Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 33,3 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 23.434,19. Indeks S&P 500 meningkat 20,67 poin, atau sekitar 0,81 persen, menjadi 2.581,07. Indeks komposit Nasdaq melonjak 144,49 poin, atau sekitar 2,20 persen, menjadi 6.701,26. Indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir di angka rekor.
Dalam laporan yang dirilis pada Jumat, Departemen Perdagangan AS merilis laporan yang menyebutkan GDP AS meningkat 3 persen year-on-year pada kuartal III 2017, lebih tinggi dari konsensus pasar 2,5 persen. Pada kuartal II yang lalu, GDP AS naik 3,1 persen.
Selain mendongkrak pasar saham, positifnya data ekonomi AS juga mengangkat nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,33 persen menjadi 94,925.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat pada Jumat setelah para politisi Catalonia melakukan voting dengan keputusan memisahkan diri dari pemerintah pusat Spanyol. Harga emas untuk pengiriman Desember 2017 naik US$2,20, atau sekitar 0,17 persen, menjadi US$1.271,80 per ons.
Seperti di Wall Street, bursa saham Eropa menguat pada sesi terakhir perdagangan pekan ini. Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,6 persen.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 18,53 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 7.505,03. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 84,26 poin, atau sekitar 0,64 persen, menjadi 13.217,54 yang merupakan angka penutupan tertinggi rekor baru.
Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, menguat 38,74 poin, atau sekitar 0,71 persen, menjadi 5.494,13. Sedangkan akibat kondisi di Catalonia, indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, anjlok 150,30 poin, atau sekitar 1,45 persen, menjadi 10.197,50.
Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling turun 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,311 per pound. Sedangkan terhadap euro menguat 0,3 persen menjadi 1,132 euro per pound.

