BI : Harga Komoditas Bakal Dongkrak Perekonomian Nasional

foto : istimewa

Pasardana.id ââÅ¡¬“ Bank Indonesia (BI) memperkirakan harga komoditas akan membaik dan meningkat pada tahun depan. Kondisi tersebut diyakini akan mendongkrak perekonomian nasional.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Dari harga komoditas, saya rasa penurunannya tidak seburuk seperti tahun lalu, sekarang ini hanya 4% penurunannya, tapi tahun depan sepertinya tidak akan turun lagi, bahkan akan naik 1%,ââÅ¡¬ ujar Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Senin (26/9/2016).

Ia juga meyakini, perekonomian nasional akan terus mengalami perbaikan. Hal ini tercermin pada perekonomian Indonesia yang mampu tumbuh 5,18% di kuartal II 2016 atau membaik jika dibandingkan dengan kuartal II 2015 yakni 4,67%.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…BI melihat bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi kita sejak tahun lalu itu sudah terjadi perbaikan. Tingkat terendah perekonomian kita itu pada triwulan II 2015 sebesar 4,67%. Sejak saat itu, ekonomi kita terus membaik kemarin di kuartal 2 2016 itu 5,18%. Apakah akan terjadi perbaikan iya, tapi apakah terjadi perlambatan tidak,ââÅ¡¬ ucapnya.

Sebelumnya, BI melaporkan, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada bulan Agustus 2016, terutama didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas.

Meskipun, surplus neraca perdagangan yang tercatat sebesar US$0,29 miliar tersebut, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Juli 2016 sebesar US$0,51 miliar. Hal tersebut didorong oleh menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas.

Menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas, antara lain, didorong oleh peningkatan impor bahan baku dan barang modal seperti impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, serta plastik dan barang dari plastik.

Hal ini memberikan indikasi membaiknya aktivitas ekonomi domestik. Di sisi lain, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan Indonesia hingga Agustus 2016 telah mencapai 11,1 miliar dolar AS, lebih tinggi dari aliran masuk modal asing untuk keseluruhan tahun 2015.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2016 tercatat sebesar US$113,5 miliar, atau setara 8,7 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.