Pemerintah Perkenalkan Sukuk Tabungan Sebagai Instrumen Investasi Baru

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menggelar pre-marketing Sukuk Tabungan di empat kota, yaitu Bandung pada 2 Agustus 2016, Semarang pada 4 Agustus 2016, Jakarta pada 10 Agustus 2016, dan Surabaya pada 11 Agustus 2016. Kegiatan ini dilakukan guna memperkenalkan Sukuk Tabungan.

Sebagai informasi, Sukuk Tabungan merupakan instrumen investasi baru yang ditujukan khusus untuk individu Warga Negara Indonesia. Sukuk Tabungan diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, dan merupakan bukti penyertaan atas Aset Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). 

Selain aman karena pembayaran imbalan dan nilai nominalnya dijamin penuh oleh negara, Sukuk Tabungan juga merupakan instrumen investasi yang menguntungkan karena menawarkan imbal hasil kompetitif.

Hasil penerbitan Sukuk Tabungan nantinya digunakan untuk membiayai pembangunan berbagai proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Indonesia.

Adapun Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menerbitkan instrumen surat utang syariah baru. Sukuk dengan nama ST-001 ini akan ditawarkan pada 22 Agustus-2 September 2016.

Kepala Seksi Pelayanan Publik dan Hubungan Investor, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu, Dian Handayani mengungkapkan, ada beberapa keunggulan ST-001 dibandingkan dengan deposito bank.

"Imbal baru akan ditetapkan pada 19 Agustus nanti, tapi yang pasti kompetitif, dengan metode penetapan imbal yang sama dengan sukuk atau instrumen obligasi konvensional lainnya," katanya di Jakarta, belum lama ini.

"Tapi kalau head to head dengan bunga deposito ada beberapa kelebihan. Dari pajak sudah berbeda. Untuk sukuk tabungan pajak dari imbal 15%, kalau pajak bunga deposito 20%," jelas Dian.

Sekadar informasi, Sukuk Tabungan dapat diperoleh melalui 26 agen penjual yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Agen-agen tersebut yaitu Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BTN, Bank BNI, Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, Bank BRI Syariah, Bank OCBC NISP, HSBC, Bank CIMB Niaga, Bank BCA, Bank Permata, Bank Panin, Bank Maybank Indonesia, Bank ANZ Indonesia, Bank DBS Indonesia, Standard Chartered Bank, Citibank N.A., Bank Danamon Indonesia, dan Bank Mega.