Cegah Penguatan Rupiah yang Berlebihan Melalui Instrumen Investasi yang Kompleks

foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, dana repatriasi harus dipersiapkan masuk secara bertahap ke pasar uang, melalui instrumen investasi yang kompleks, sehingga sulit untuk dicairkan menjadi dana segar. Hal tersebut untuk menghindari penguatan mata uang rupiah berlebihan.

Pasalnya, penguatan mata uang rupiah yang berlebihan, bakal memperlemah daya saing industri dan masyarakat cenderung melakukan impor, akibat harga barang dari luar negeri menjadi lebih murah.

"Intinya adalah ini semua harus difasilitasi, supaya masuknya dana itu tidak sekaligus menjadi dolar dan ditaruh di Bank Indonesia, sehingga cadangan devisa kita naik," ujarnya, ahad lalu.

Ditambahkan, penempatan dana dalam instrumen yang bervariasi juga mampu memperkecil potensi defisit transaksi berjalan yang selama ini dimiliki oleh Indonesia.

Namun, perbaikan defisit tersebut juga perlu diwaspadai. Soalnya, dana yang masuk tersebut akan membentuk pos tersendiri dalam neraca transaksi pembayaran.

Apabila sewaktu-waktu dana asing tersebut ditarik keluar, maka potensi pelebaran defisit akan terjadi sangat cepat dan besar, serta mampu merusak fundamental neraca pembayaran.

Menurut Darmin, isu tersebut selama ini menjadi bahan pemikiran diskusi antara pemerintah dengan otoritas moneter dan otoritas keuangan.