Inflasi Tiongkok dan Kesepakatan Bailout Yunani Turut Dongkrak Wall Street

foto: istimewa

Pasardana.id - Data inflasi Tiongkok yang pada April mencapai 2,3 persen dan kabar tentang kemungkinan pengucuran dana bailout Yunani tahap selanjutnya, selain juga kenaikan harga minyak, mendongkrak harga saham-saham di Wall Street.

Seperti dilansir Xinhua, pada akhir perdagangan di Bursa Saham New York, Selasa (10/5/2016), indeks Dow Jones Industrial Average naik 222,44 poin, atau sekitar 1,26 persen, hingga ditutup pada level 17.928,35. Indeks S&P 500 pada penutupan naik 25,70 poin, atau sekitar 1,25 persen, mencapai level 2.084,39. Sedangkan indeks komposit Nasdaq menguat 59,67 poin, atau sekitar 1,26 persen, hingga nilainya menjadi 4.809,88.

Sebanyak 28 saham kategori blue chips yang ditransaksikan mengalami kenaikan. Saham perusahaan tambang dan peralatan konstruksi Caterpillar termasuk salah satu yang menikmati kenaikan terbesar, yaitu 2,4 persen. Perusahaan keuangan Goldman Sachs Group Inc juga meraih kenaikan 2,5 persen, sedangkan saham UT, GE, dan Boeing masing-masing naik 2 persen.

Sementara itu saham perusahaan-perusahaan teknologi juga mengalami kenaikan, saham Cisco, Microsoft, dan IBM meningkat sekitar 1,8 persen. Saham Apple Inc yang sempat jatuh 16 persen akibat laporan keuangan yang buruk pada kuartal awal 2016 juga naik tipis, 0,7 persen.

Hanya dua saham blue chips yang dikabarkan mengalami penurunan nilai, yaitu saham Wal-Mart yang turun 0,2 persen dan saham Pfizer yang turun 0,1 persen.