Pefindo Turunkan Peringkat Obligasi Intiland Development Jadi idA-

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Lembaga pemeringkat, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menurunkan peringkat surat utang PT Intiland Development Tbk (DILD) menjadi idA- dari sebelumnya idA.

Peringkat ini berlaku untuk periode April 2016 sampai 1 April 2017.

Pefindo dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Kamis (14/4) menyebutkan, penurunan peringkat ini disebabkan oleh pelemahan atas struktur permodalan dan arus kas perusahaan akibat rendahnya pengakuan pendapatan dari segmen pengembangan properti di tengah meningkatnya utang untuk penyelesaian proyek high rise.

Pendapatan Intiland dinilai lebih rendah dari proyeksi seiring perlambatan ekonomi dan ketidakpastian peraturan pajak properti pada paruh pertama 2015. Hal ini menyebabkan rendahnya permintaan atas properti milik Perusahaan.

"Kami juga mempertahankan prospek negatif DILD untuk mengantisipasi pelemahan lebih lanjut keuangan perseroan, terutama penjualan properti dari proyek high rise yang sedang berjalan," tulis Pefindo.

Tahun lalu, Intiland membukukan penjualan pemasaran atau marketing sales sebesar Rp1,9 triliun, lebih rendah 24% dari target awal Rp2,5 triliun. Marketing sales tahun ini ditargetkan Rp2,5 triliun, lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu sebbesar Rp1,9 triliun.

Sebelumnya, Corporate Secretary DILD, Theresia Rustandi, mengatakan perseroan juga akan meluncurkan tiga proyek baru di kuartal II 2016 untuk menopang prapenjualan.

Pada triwulan I 2016, Intiland Development (DILD) telah meluncurkan proyek The Rosebay di Surabaya.

Intiland menjual 177 unit untuk tahap awal dari total unit yang dibangun sebanyak 229 unit.

Harga unit dibanderol mulai dari Rp2 miliar.

Selain itu, Intiland juga telah meluncurkan klaster baru di proyek Graha Natura. Intiland akan menjual 200 unit rumah baru di klaster tersebut dengan harga mulai dari Rp1,5 miliar.