Operasikan Pabrik Obat Herbal, Penjualan 2016 Indofarma Capai Rp1,89 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Penjualan PT Indofarma Tbk (INAF) pada 2016 diperkirakan mencapai Rp1,89 triliun. Perkiraan tersebut, sekitar 16,67% lebih tinggi dibandingkan penjualan INAF pada 2015 sebesar Rp1,62 triliun. Adapun laba INAF diperkirakan meningkat 185,7% menjadi Rp20 miliar pada tahun ini, dari Rp7 miliar pada 2015.

Endi Roswendi, Direktur Pefindo mengemukakan dalam laporan riset yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (11/4) mengemukakan, pertumbuhan kinerja keuangan INAF tahun ini didukung antara lain oleh kenaikan volume penjualan produk perseroan.

Menurut Endi, manajemen INAF berencana menambah cabang distribusi baru di dalam negeri, yaitu di Madium (Jawa Timur), Serang (Jawa Barat) dan Tegal (Jawa Tengah) pada tahun ini. Penambahan cabang distribusi tersebut akan memperkuat 31 cabang distribusi yang sudah ada. Sedangkan di pasar ekspor, INAF akan memasuki pasar baru di Asia Tenggara seperti Sinagapura, Vietnam, Filipina dan Myanmar.

Endi menambahkan, tahun ini, INAF juga akan mengoperasikan pabrik obat herbal dengan kapasitas 2.000 ton per tahun. INAF juga akan memasuki bisnis produk kesehatan. Untuk itu, manajemen INAF telah membentuk kemitraan dengan Clarovita Nutrition Inc, sebuah perusahaan berbasis di Kanada. INAF mendistribusikan produk Clarovita senilai US$2 juta pada 2016.

Tahun lalu, jelas Endi, kinerja emiten BUMN farmasi tersebut tampak menggembirakan. Kenyataan tersebut tergambar pada laba INAF yang mencapai Rp7 miliar (Rp1,62 per saham), meningkat 356,25% dibandingkan 2014 sebesar Rp1,44 miliar (Rp2,02 per saham). Pencapaian ini seiring peningkatan penjualan bersih dan penurunan beban.

Penjualan INAF naik 17,4%, dari Rp1,38 triliun pada 2014 menjadi Rp1,62 triliun pada 2015. Beban penjualan INAF ditekan hingga turun 4,5% menjadi Rp170,60 miliar. Laba selisih kurs INAF mencapai Rp7,48 miliar pada 2015. Ini mendorong laba usaha emiten beraset Rp1,53 triliun per Desember 2015 itu tumbuh 17,6% jadi Rp54,93 miliar.