Selama Januari 2016, Penjualan Alat Berat United Tractors Merosot 25%

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bisnis batubara yang masih redup hingga tahun ini berimbas negatif terhadap penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR). Produsen alat berat itu masih kesulitan dalam memasarkan produknya. Industri pertambangan batubara yang lesu membuat permintaan terhadap alat berat berkurang. Hal ini ikut berdampak terhadap penjualan perseroan.

Selama Januari 2016, penjualan alat berat UNTR sebanyak 182 unit, turun sekitar 25,4% dibandingkan penjualan alat berat 244 unit pada Januari 2015. Penurunan penjualan, disebabkan oleh merosotnya penjualan alat berat UNTR di sektor pertambangan dan kehutanan. Namun penjualan alat berat di sektor perkebunan dan konstruksi meningkat.

Direksi UNTR dalam laporan keterbukaan informasi yang diumumkan, Kamis (3/3), mengemukakan, penjualan alat berat UNTR ke sektor pertambangan mencapai 35 unit pada Januari 2016, turun sebesar 56,8% dibandingkan 81 unit pada Januari 2015. Adapun penjualan alat berat ke sektor kehutan sebanyak 18 unit, turun 73,5% dari 68 unit pada Januari 2015.

Sedangkan penjualan alat berat sektor konstruksi selama Januari 2016 mengalami peningkatan sebesar 51,8% menjadi 85 unit dari 56 unit pada Januari 2015. Adapun penjualan alat berat United Tractors (UNTR) di sektor perkebunan sebanyak 44 unit, naik sekitar 12,8% dari penjualan alat berat sebanyak 39 unit unit pada Januari 2015.

Hingga penutupan perdagangan sesi pertama di BEI, Jumat (4/3) saham UNTR terpantau di level Rp14.875 per unit, turun Rp475 dibanding harga penutupan, Kamis (3/3) sebesar Rp15.350 per unit. Sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indoensia (BEI) tahun 2015, saham UNTR turun sebesar 5,01% menjadi Rp16.100 per unit, dari Rp16.950 per unit.