Beban Penjualan Naik, Laba Kedawung Setia Industrial Turun 75%

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kinerja keuangan PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI) cenderung turun pada tahun 2015. Penurunan kinerja tersebut lantaran manajemen perseroan belum berhasil menekan berbagai beban.

Bahkan akibat tingginya beban operasional, beban pokok, dan beban penjualan, kinerja laba KDSI anjlok tajam. Selain factor beban, kemersotan kinerja keuangan KDSI juga dipicu oleh perlambatan ekonomi 2015.

Perlambatan ekonomi yang berujung pada merosotnya daya beli konsumen juga turun menekan laba KDSI tahun lalu. Apalagi perseroan juga memiliki bahan baku impor yang cukup besar.

Kondisi ini diperburuk dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerikan Serikat mencapai Rp14.700 per US$ pada 2015. Akibatnya, manajemen tidak sanggup mengangkat kinerja laba perseroan.

Ini terungkap dari laporan keuangan tahun 2015 KDSI yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/2). Terecatat, laba KDSI mencapaiRp11,47 miliar (Rp26,32 per saham) pada 2015, turun sekitar 75% dibandingkan relisasi laba laba sebesar Rp45,69 miliar (Rp112,81 per saham) pada tahun 2014.

Penurunan laba perseroan terjadi di tengah peningkatan penjualan bersih sekitar 5%, dari Rp1,63 triliun menjadi Rp1,71 triliun. Akan tetapi, pertumbuhan penjualan tak sebanding dengan kenaikan beban pokok penjualan yang sebesar 7,2%, dari Rp1,39 triliun menjadi Rp1,49 triliun pada 2015.

Hal ini mengakibatkan laba kotor emiten beraset Rp1,18 triliun pada 2015 naik 22,6% dari Rp960,33 miliar pada 2014 itu turun sebesar 4,2% menjadi Rp221,68 miliar dari Rp231,32 miliar pada tahun 2014.

Tidak hanya itu, beban penjualan KDSI juga naik 12,8% menjadi Rp97,42 miliar. Berikut beban umum dan administrasi naik 27,16% menjadi Rp73,74 miliar. Akumulasi dari berbagai beban operasional di atas mengakibatkan laba usaha produsen kemasan karton dan enamel itu turun sekitar 42% menjadi Rp50,51 miliar dari Rp86,99 miliar pada 2014.

Penurunan kinerja keuangan perseroan juga turut berimbas terhadap sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor kurang berminat bertransaksi atas saham KDSI sehingga likuiditasnya kurang bagus pada 2015. Kondisi ini mungkin berlanjut pada tahun 2016.