Pendapatan Naik, BFI Finance Bukukan Laba Rp650 Miliar pada 2015

Di tengah persaingan ketat antara perusahaan pembiayaan dalam negeri, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) berhasil mencatatkan kinerja keuangan menggembirakan pada 2015. Jurus yang diterapkan manajamen BFIN dalam menggaet konsumen cukup sukses. Buktinya, di saat daya beli masyarakat merosot akibat perlambatan ekonomi nasional, BFIN tetap eksis dengan pertumbuhan kinerja yang membanggakan pemegang saham.

 

Tengok saja laba yang dibukukan oleh emiten pembiayaan tersebut pada tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2015 yang dipublikasikan BEI, Senin (22/2), BFIN mampu membukukan laba sebesar Rp650,29 miliar (Rp417 per saham) pada tahun 2015, naik sekitar 8,34% dibandingkan Rp600,24 miliar (Rp390 per saham) pada 2014.

 

Kenaikan lana perseroan antara lain ditunjang oleh pendapatan usaha pembiayaan yang tumbuh sebesar 23,14%, dari Rp2,299 triliun menjadi Rp2,831 triliun pada 2015. Sepenjang tahun lalu, pendapatan BFIN berasal dari pembiayaan konsumen Rp1,239 triliun, turun 8,5% dari Rp1,354 triliun. Adapun pendapatan sewa pembiayaan meningkat 105,5% menjadi Rp884,98 miliar, pendapatan keuangan naik sekitar 229% menjadi Rp35,53 miliar, dan pendapatan lain-lain BPFI naik 33% menjadi Rp670,62 miliar 

 

Seiring pendapatan, beban usaha perseroan juga meningkat 28,39% menjadi Rp1,99 triliun pada 2015. Akan tetapi, laba sebelum pajak emiten pembiayaan beraset Rp11,77 triliun pada 2015 itu tetap tumbuh 11,32% menjadi Rp835,49 miliar dari Rp750,54 miliar, meski beban usaha meningkat 28,39% menjadi Rp1,99 triliun pada 2015.

 

Pada perdagangan sesi pertama di BEI, Senin (22/2) saham BFIN tercatat Rp2.700 per unit, tidak berubah  dibanding harga penutupan sehari sebelumnya. Pada periode 2 Januari 2015 sampai dengan 30 Desember 2015, harga saham emiten pembiayaan tersebut tidak mengalami bergerak atau cenderung stagnan di Rp2.400 per saham. (*)