Wall Street Berakhir Mixed di Awal Pekan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Senin (12/12/2016), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mengalami penurunan setelah enam sesi sebelumnya menguat.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 39,58 poin, atau sekitar 0,2 persen, menjadi 19.796,43. Indeks S&P 500 melemah 2,57 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 2.256,96. Indeks komposit Nasdaq turun 31,96 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 5.412,54.

Saham perbankan mengalami pelemahan jelang pertemuan terakhir Federal Reserve AS tahun ini yang akan dimulai pada Selasa (13/12/2016). Pertemuan yang berakhir Rabu (14/12/2016) tersebut diperkirakan akan menghasilkan peningkatan suku bunga The Fed yang pertama tahun ini.

Akibatnya para trader menjual saham-saham perbankan yang mereka miliki, membuat sektor finansial S&P 500 turun 0,9 persen setelah lima pekan sebelumnya berakhir dengan gain. Sementara itu saham sektor teknologi merosot 0,5 setelah mencatatkan peningkatan mingguan tertinggi dalam setahun pada pekan lalu.

Di sisi lain sektor perawatan kesehatan merupakan sektor yang mendukung S&P 500 dan Dow. Saham Regeneron naik 3,8 persen, tertinggi di S&P 500 dan Nasdaq, setelah data pada produk obat kombinasi perusahaan pesaing, Novartis dan Opthotech, tidak mencapai tujuan utamanya. Saham Ophthotech terjun bebas 86,4 persen akibatnya.

Saham sektor energi S&P 500 meningkat 2,5 persen di awal perdagangan seiring meningkatnya harga minyak mentah sekitar 6 persen, mencapai level yang belum pernah tercapai dalam satu setengah tahun.

Sektor tersebut berakhir dengan peningkatan 0,7 persen setelah peningkatan harga minyak WTI dan minyak mentah Brent ditutup dengan kenaikan hanya 2 persen.

Sektor industrial turun 0,37 persen, terpengaruh saham produsen alat pertahanan. Saham Lockheed Martin turun 2,5 persen setelah Presiden terpilih AS, Donald Trump, mencuitkan dalam akun twitter-nya bahwa program F-35 dan biaya perusahaan tersebut tak terkendali.

Saham Viacom anjlok 9,4 persen setelah National Amusements menarik proposal merger dengan CBS dan Viacom. National Amusements dikendalikan oleh Sumner Redstone dan putrinya, Shari Redstone.

Alexion Pharmaceuticals melorot drastic 12,9 persen setelah CEO dan CFO perusahaan farmasi tersebut mengundurkan diri, hanya sebulan setelah Alexion Pharmaceuticals menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas tuduhan terhadap praktek illegal dalam proses penjualan produk obat utamanya.