Wall Street Melemah Delapan Sesi Beruntun
Pasardana.id - Wall Street telah melemah delapan sesi beruntun seiring pelemahan yang terjadi pada Kamis (3/11/2016), yang disebabkan terus menguatnya kekhawatiran para investor terhadap pemilihan Presiden Amerika Serikat yang akan berlangsung pekan depan.
Bursa Efek New York mengalami penurunan beruntun terpanjang sejak krisis keuangan pada 2008 lalu. Indeks volatilitas yang menunjukkan tingkat kehawatiran para investor naik 16 persen pekan ini, tertinggi sejak Juni lalu.
Seperti dilansir AP, indeks Dow Jones Industrial Average turun 28,97 poin, atau sekitar 0,2 persen, menjadi 17.930,67. Indeks S&P 500 merosot 9,28 poin, atau sekitar 0,4 persen, menjadi 2.088,66, sedangkan indeks komposit Nasdaq melorot 47,16 poin, atau sekitar 0,9 persen, menjadi 5.058,41.
Di lantai bursa New York, saham perusahaan-perusahaan farmasi anjlok setelah Departemen Kehakiman AS disebutkan akan melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan terjadinya kesepakatan pengaturan harga antara perusahaan. Saham Mylan merosot 7 persen, saham Teva Pharmaceuticals melorot 9,5 persen, sedangkan saham Endo International anjlok 19,5 persen.
Saham Facebook turun 6 persen menjadi US$119,95 per lembar saham setelah merilis laporan keuangan kuartal ketiga 2016. Meski torehan laba melebihi estimasi, namun pertumbuhan pendapatan iklan telah mengalami perlambatan.
Saham perusahaan produsen alat pelacak kebugaran Fitbit anjlok 34 persen setelah menyatakan akan mengalami penurunan pendapatan secara drastis tahun ini akibat lemahnya permintaan.
Institute for Supply Management pada Kamis melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan jasa di AS mengalami perlambatan pertumbuhan pada Oktober. Indeks jasa ISM turun menjadi 54,8 bulan lalu, dari 57,1 pada September.

