Per September 2015, Rugi Alam Karya Unggul Turun 43,58%

Manajemen PT Alam Karya Unggul Tbk (AKKU) berhasil menekan jumlah kerugiannya, paling tidak hingga September 2015. Keberhasilan ini didukung oleh langkah proaktif manajemen memangkas beban pokok penjualan AKKU. Di sisi lain, perseroan mampu mendongkrak pendapatan sehingga bertumbuh signfikan pada sembilan bulan 2015.

Seperti dikutip dari laporan keuangan per September 2015 yang diumumkan, Kamis (19/11), AKKU mencatat kerugian Rp2,24 miliar per September 2015, turun 43,58% dibandingkan rugi pada periode yang sama 2014 sebesar Rp3,97 miliar. Rugi perseroan tersebut disebabkan oleh beban bunga atas utang bank dan beban bunga atas utang lain-lain AKKU masing-masing Rp1,024 miliar dan Rp152,63 juta per September 2015.

Meski demikian, di tengah kenaikan beban tersebut, AKKU berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,446 miliar per September 2015, dari Rp1,183 miliar pada periode sama 2014. AKKU pun tidak mencatat beban pokok penjualan dibanding periode sama 2014 mencatat beban pokok penjualan Rp2,36 miliar. Akibatnya, AKKU meraih laba kotor Rp2,46 miliar. Per September 2014, AKKU mencatat rugi kotor Rp1,17 miliar.

Di saat yang sama, beban umum dan administrasi AKKU meningkat 124,83% menjadi Rp3,35 miliar. Adapun beban pemasaran mencapai Rp231,54 juta. Lonjakan beban umum dan administrasi itu mengakibatkan AKUU mencatat rugi usaha Rp1,13 miliar, berkurang 51,15% dibandingkan rugi usaha per September 2014 sebesar Rp2,66 miliar. Harga saham AKKU pada perdagangan Kamis, (19/11) tercatat Rp305 per unit. Saham AKKU tergolong saham tidur di BEI karena jarang ditransaksikan oleh investor. (*)