Begok Oner|UOB Painting of the Year 2026|UOB Indonesia|PT Bank UOB Indonesia

Begok Oner Sabet Gelar UOB Painting of the Year 2026, Bawa “Urban Realism Layers” ke Ajang Asia Tenggara

Oleh: Harry

25 September 2026, 10:24
Begok Oner Sabet Gelar UOB Painting of the Year 2026, Bawa “Urban Realism Layers” ke Ajang Asia Tenggara

Foto : istimewa

Pasardana.id — UOB Indonesia menobatkan Begok Oner sebagai pemenang 16th UOB Painting of the Year (POY) Indonesia kategori Established Artist melalui karya “Urban Realism Layers”.

Penghargaan tersebut menandai perkembangan konsisten Oner dalam perjalanan seninya.

Sebelumnya, seniman berusia 28 tahun itu meraih penghargaan Most Promising Artist of the Year pada 2023 dalam kategori Emerging Artist.

“Urban Realism Layers” memadukan gambar, kata-kata, dan jejak yang menyerupai permukaan ruang publik.

Menggunakan semen plester dan tekstur berlapis, Oner menciptakan kesan relief yang merefleksikan kehidupan kontemporer.

Karya tersebut menghubungkan bahasa visual masa kini dengan lukisan gua prasejarah, mulai dari Gua Lascaux di Prancis hingga situs seni cadas kuno di Sulawesi Selatan.

Oner menyoroti dorongan manusia untuk berkomunikasi dan terhubung yang telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu.

“Ketika melihat jejak yang ditinggalkan manusia ribuan tahun lalu, saya melihat sesuatu yang sebenarnya masih sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini. Kita terus mencari cara untuk mengungkapkan apa yang kita alami, apa yang kita yakini, dan siapa diri kita,” ujar Oner.

Sebagai pemenang utama, Oner memperoleh hadiah Rp250 juta.

Karyanya selanjutnya akan bersaing dengan pemenang dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam untuk memperebutkan UOB Southeast Asian POY, yang diumumkan di Singapura pada 28 Oktober 2026. Oner juga berkesempatan mengikuti program residensi seni di luar negeri yang disponsori UOB.

Chief Judge 16th UOB POY Indonesia, Melati Suryodarmo, menilai karya Oner menunjukkan kematangan dalam mengembangkan gagasan visual menjadi karya yang berbicara tentang pengalaman manusia secara lebih luas.

Sementara itu, kategori Emerging Artist dimenangkan Alif Lamra, seniman berusia 29 tahun asal Yogyakarta, melalui karya “Liminal Fragment 03”.

Karya monokromatik tersebut mengeksplorasi fragmen laut, langit, cahaya, dan bayangan serta cara manusia memandang ruang di sekitarnya.

President Director UOB Indonesia, Hendra Gunawan mengatakan, seni memiliki kemampuan menghubungkan manusia lintas generasi, budaya, dan perspektif.

“Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang kami terhadap seni, kami senang dapat kembali merayakan 16th UOB Painting of the Year sekaligus menyediakan wadah bagi para seniman untuk mengembangkan praktik berkesenian dan menjangkau audiens yang lebih luas,” kata Hendra dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9).

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menyambut dukungan berkelanjutan UOB terhadap pengembangan ekonomi kreatif, khususnya bidang seni.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan swasta penting untuk membuka peluang bagi seniman, mengembangkan talenta lokal, serta memperkenalkan karya Indonesia ke tingkat regional dan global.

UOB Indonesia juga memamerkan 48 karya finalis, termasuk delapan karya pemenang, di The Melting Pot, Lantai Dasar ASHTA District 8, Jakarta.

Pameran berlangsung 24 September-10 Oktober 2026, setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB, dan menjadi bagian dari kampanye nasional Oktober Kreasi yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif.

Kompetisi UOB POY pertama kali digelar di Singapura pada 1982 dan hadir di Indonesia sejak 2011.

UOB terus mendukung para seniman melalui pameran regional, program residensi seni di luar negeri, serta UOB Artist Alumni Network untuk memperluas jejaring dan eksposur seniman di kawasan.

Berita Terkini

See More