pengembangan panas bumi|energi terbarukan|gunung ungaran|kementerian ESDM

Kapasitas Pembangkit Panas Bumi Naik Target, ESDM Tugasi PLN Garap Gunung Unggaran

Oleh: Ronal

21 September 2026, 08:34
Kapasitas Pembangkit Panas Bumi Naik Target, ESDM Tugasi PLN Garap Gunung Unggaran

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) menempatkan energi panas bumi (geothermal) sebagai sumber energi andal karena dapat menjadi base-load atau beroperasi secara berkelanjutan selama 24 jam untuk mendukung sistem kelistrikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Priatin Hadi Wijaya, lewat keterangannya yang dikutip pada Minggu (20/9).

Adapun kapasitas pembangkit panas bumi di Indonesia ditargetkan mencapai sekitar 4,1 gigawatt (GW) pada 2030 dan bertambah menjadi sekitar 7,5 GW pada 2034.

Sementara itu, dalam jangka panjang pemanfaatan energi terbarukan ini dipatok mencapai sekitar 23 GW pada 2060 guna mendukung target Net Zero Emission.

Saat gelar Dialog Stakeholders Panas Bumi Gunung Ungaran yang diselenggarakan Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, Kamis (17/9), Hadi mengungkapkan, bahwa dalam forum tersebut membahas rencana pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ungaran berkapasitas hingga 55 megawatt (MW) sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Pemerintah sendiri telah menugaskan PT PLN (Persero) untuk menggarap potensi panas bumi di Gunung Ungaran, Jawa Tengah.

Meski begitu, Hadi mengingatkan bahwa proses pembuktian potensi hingga penentuan titik sumur eksplorasi memerlukan tahapan kajian yang cermat dan waktu yang tidak sebentar.

"Untuk membuktikan potensinya membutuhkan waktu. Ini proses yang tidak mudah, sampai kemudian menentukan titik sumur dan melakukan pengeboran eksplorasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9).

Lanjut Hadi, penentuan lokasi sumur eksplorasi maupun fasilitas produksi nantinya akan dilakukan melalui kajian dan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

Sedangkan dari sisi operator, Executive Vice President Panas Bumi PLN, John Rembet menyatakan, pihaknya siap menjalankan penugasan tersebut secara bertahap.

Dimana saat ini, PLN masih berada pada tahap studi pendahuluan, analisis lingkungan, hingga pemenuhan perizinan sebelum melangkah ke tahap eksplorasi.

Pengembangan panas bumi di Gunung Ungaran ini diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan sosial.

"Pada prinsipnya, pengembangan panas bumi bukan hanya mengenai tujuan mendukung transisi energi maupun penyediaan tenaga listrik, tetapi bagaimana juga berdampak untuk masyarakat sekitar. Karena itu, kami akan melakukan social mapping dan berdiskusi dengan seluruh stakeholder,” ucap John.

Berita Terkini

See More