Bapanas|beras premium|jaringan ritel|Perum Bulog|andi amran sulaiman

Bos Bapanas Minta Bulog Optimalkan Suplai Beras Premium ke Jaringan Ritel

Oleh: Ronal

21 September 2026, 07:58
Bos Bapanas Minta Bulog Optimalkan Suplai Beras Premium ke Jaringan Ritel

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sekaligus menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran stok beras premium yang tersedia untuk memperkuat pasokan di jaringan ritel modern.

Amran mengatakan, ketersediaan beras premium harus dipastikan menjangkau masyarakat, terutama setelah pemerintah melakukan pengawasan terhadap sejumlah produk beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi ketentuan.

"Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat. Beras premium kami minta Bulog optimalkan suplai ke toko-toko ritel modern," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta, Minggu (20/9).

Melenasir Antara disebutkan, Amran memastikan pasokan beras nasional tetap aman karena pemerintah terus memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP), penyaluran beras premium, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bapanas mencatat stok CBP yang dikelola Perum Bulog per 18 September 2026 mencapai sekitar 4,6 juta ton dengan penyaluran sepanjang tahun berjalan hingga pertengahan September sekitar 2,3 juta ton.

Kondisi ini menjadi modal pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras nasional sekaligus memperkuat intervensi pasar ketika terjadi tekanan harga maupun gangguan distribusi.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, pemerintah juga tengah memproses penambahan kuantum SPHP beras sebesar 1 juta ton yang akan diarahkan ke wilayah dengan kebutuhan tinggi.

Tak cuma memastikan ketersediaan beras medium dan SPHP, pemerintah memperkuat distribusi beras premium agar kebutuhan masyarakat pada berbagai segmen pasar tetap terpenuhi.

Penguatan pasokan tersebut berjalan seiring dengan langkah pengawasan terhadap peredaran beras di pasar untuk memastikan produk yang beredar sesuai standar mutu dan informasi pada label.

Amran juga menyampaikan, pemerintah menemukan dugaan perubahan produk dari beras premium menjadi beras fortifikasi yang kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan laboratorium oleh empat laboratorium kredibel.

"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.

Berita Terkini

See More