Inflasi|kenaikan harga pangan|Destry Damayanti

Soroti Kenaikan Inflasi Pangan Bulan Agustus, Destry : Jadi PR Kita Bersama

Oleh: Ronal

02 September 2026, 06:03
Soroti Kenaikan Inflasi Pangan Bulan Agustus, Destry : Jadi PR Kita Bersama

Foto : istimewa

Pasardana.id - Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia terpilih menyoroti kenaikan inflasi Indonesia pada Agustus 2026.

Kenaikan tersebut, terutama didorong oleh kelompok volatile food atau komponen harga pangan bergejolak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 3,19% secara tahunan (year on year/yoy) pada Agustus 2026, naik dari 2,88% yoy pada Juli 2026.

Kemudian secara bulan, inflasi tercatat sebesar 0,21% pada Agustus 2026. Kondisi ini berbalik dari Juli 2026 yang mencatat deflasi sebesar 0,14% mtm.

Destry mengatakan, kenaikan inflasi terutama berasal dari volatile food, sementara inflasi inti masih relatif stabil meskipun mengalami sedikit peningkatan.

“Volatile food inflation-nya lagi naik. Makanya memang BI bersama-sama dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, kita juga menangani program untuk pengendalian inflasi pangan,” ujar Destry dalam sebuah wawancara dengan awak media, Selasa (1/9).

Menurut dia, inflasi inti meningkat dari sekitar 2,7% menjadi 2,9%. Namun, peningkatan tersebut masih mencerminkan adanya aktivitas ekonomi.

“Kalau kita lihat core inflation-nya masih tetap stabil, dia malah meningkat dikit, artinya ada aktivitas ekonomi, dari 2,7 ke 2,9,” jelasnya.

Di sisi lain, Destry menilai kenaikan volatile food perlu mendapat perhatian lebih. Komponen tersebut meningkat dari kisaran 2% menjadi sekitar 4%.

Destry menegaskan, pengendalian harga pangan akan menjadi salah satu fokus yang perlu terus dilakukan bersama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BI.

Karena itu, menurut Destry, peningkatan inflasi pangan menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah dan BI untuk menjaga stabilitas harga, terutama di tengah meningkatnya tekanan pada komoditas pangan.

“Tapi memang untuk volatile food-nya naik dari 2%an ke 4%. Jadi memang PR kita bersama-sama menjaga stabilitas di harga pangan," tukasnya.

Berita Terkini

See More