Pendidikan tinggi|Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi|PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)|BBRI|PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)|Yayasan Karya Salemba Empat (KSE)|Program TJSL

APK Pendidikan Tinggi Baru 31,45%, BRIDS Kembali Gelontorkan Beasiswa Rp120 Juta

Oleh: Corri

01 September 2026, 10:28
APK Pendidikan Tinggi Baru 31,45%, BRIDS Kembali Gelontorkan Beasiswa Rp120 Juta

foto: dok. BRIDS

Pasardana.id - Pendidikan tinggi merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Namun, akses terhadap pendidikan tinggi di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Indonesia pada 2025 baru mencapai sekitar 31,45%.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kesenjangan akses pendidikan yang perlu diatasi melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemerataan akses pendidikan, PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBRI), kembali menyalurkan beasiswa melalui kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) pada tahun ini dengan nilai Rp120.050.000 kepada 12 mahasiswa berprestasi dengan keterbatasan finansial dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRIDS yang berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Tahun ini menjadi tahun keempat kolaborasi BRIDS bersama Yayasan KSE.

Sejak dimulai, program tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 49 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia, dengan total bantuan sebesar Rp476.517.920.

Bagi BRIDS, program TJSL yang berkelanjutan tidak hanya diwujudkan melalui konsistensi pelaksanaan program setiap tahun, tetapi juga melalui upaya membangun generasi muda yang memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi, serta menjadi talenta yang mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Sejalan dengan salah satu studi internasional, UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2026 menyebutkan bahwa perluasan bantuan pendidikan mampu meningkatkan partisipasi kelompok kurang mampu dalam mengakses pendidikan tinggi.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa bantuan pendidikan berbasis kebutuhan (needs-based grants) dapat membantu mengurangi risiko putus kuliah dan meningkatkan kelulusan tepat waktu, terutama jika disertai program pendampingan dan pengembangan kapasitas mahasiswa.

Dalam keterangan tertulis, Selasa (01/9), Plt. Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Fifi Virgantria, mengatakan bahwa investasi pada pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak berkelanjutan bagi Indonesia.

"Di BRIDS, kami meyakini bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik untuk menciptakan generasi yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Melalui program TJSL yang berkelanjutan, kami tidak hanya ingin membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kapasitas diri agar siap menjadi talenta yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Kolaborasi bersama Yayasan Karya Salemba Empat selama empat tahun terakhir menjadi wujud nyata komitmen kami dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan," ujar Fifi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Karya Salemba Empat (KSE), Adrian Karim Januar, mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor memegang peranan penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia.

"Mewujudkan akses pendidikan tinggi yang lebih merata membutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga dunia usaha. Kami mengapresiasi komitmen BRIDS yang secara konsisten mendukung program beasiswa ini selama empat tahun terakhir. Dukungan seperti ini memungkinkan manfaat pendidikan dapat dirasakan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia" ujar Adrian.

Selain memberikan dukungan finansial, program beasiswa Yayasan KSE juga dilengkapi dengan berbagai program pengembangan kapasitas, seperti pelatihan kepemimpinan, pengembangan karakter, peningkatan kompetensi, hingga pembinaan jejaring antarmahasiswa.

Melalui pendekatan tersebut, para penerima beasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Melalui program TJSL yang berkelanjutan, BRIDS akan terus menghadirkan inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Perusahaan meyakini bahwa investasi pada pendidikan merupakan investasi bagi masa depan bangsa.

Dengan memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, BRIDS berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi penerus yang unggul, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Berita Terkini

See More