See More

07 Agustus 2026, 23:02

07 Agustus 2026, 19:47

07 Agustus 2026, 18:08

07 Agustus 2026, 17:45

07 Agustus 2026, 17:29

07 Agustus 2026, 17:15
bansos pangan|bantuan beras|Bapanas|HUT Kemerdekaan RI
Oleh: Ronal

Foto : Dok Humas Bapanas
Pasardana.id – Pemerintah menyebut penyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) pangan beras tahap 2 dijadwalkan akan cair serentak mulai 17 Agustus mendatang.
Peyaluran ratusan ton beras ini akan disalurkan kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Jumlahnya adalah 10 kilogram (kg) beras untuk 3 bulan sehingga total menjadi 30 kg.
Kepada seluruh masyarakat dapat mengecek status penerima bansos secara mandiri melalui situs resmi Kementerian Sosial.
Apabila dibandingkan dengan penyaluran 2025, Bantuan Beras 2026 praktis lebih banyak.
Tahun lalu, bantuan pangan ini memiliki total 710,78 ribu ton.
Tahun ini, tahap I berjumlah 664,88 ribu ton, sedangkan tahap II-nya mendapat alokasi 997,2 ribu ton.
Alhasil, jumlahnya meningkat hingga 133,83%.
"Bantuan pangan beras ini merupakan salah satu jaring pengamanan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, serta membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga," ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam keterangan resmi, Minggu (2/8).
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, mengatakan bantuan pangan tahap kedua akan mulai didistribusikan secara serentak pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, momentum tersebut dipilih sesuai arahan pemerintah agar kehadiran program bantuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pada hari bersejarah tersebut.
"Penyaluran bantuan pangan akan dilaksanakan pada Agustus bersamaan dengan perayaan 17 Agustus di seluruh wilayah. Momennya sangat baik dan tepat," ujar Rachmi.
Perum Bulog yang ditugaskan langsung oleh pemerintah dalam pelaksanaan penyaluran bantuan pangan beras ini.
Selain itu, Bapanas juga membuka peluang pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai titik distribusi apabila memiliki gudang penyimpanan yang memadai dan lokasinya dekat dengan masyarakat penerima bantuan.
Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi sekaligus memperluas jangkauan layanan di berbagai daerah.
Pemerintah daerah juga diminta segera berkoordinasi dengan Bulog di wilayah masing-masing agar proses distribusi berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
"Kami berharap penyaluran bantuan pangan tahap ini bisa mencapai 100 persen," kata Rachmi.