ANALIS MARKET (03/8/2026): Tekanan Jual Reda, IHSG Diperkirakan Cenderung Menguat
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (31/7), IHSG ditutup menguat +49,76 poin (+0,80%) ke level 6.236,13.
Penguatan IHSG didorong oleh kombinasi sentimen eksternal dan internal yang solid.
Dari sisi eksternal, bursa regional mendapat limpahan energi positif menyusul penutupan Wall Street yang melesat kuat.
Sedangkan dari dalam negeri, pasar disokong oleh aksi beli masif pada sektor bahan baku dan teknologi.
Kemudian, Menteri Perindustrian Agus, Gumiwang Kartasasmita, mengatakan pada Kamis (30/7) bahwa pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan insentif kendaraan listrik bagi mobil dan motor listrik merek nasional.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,53%), S&P 500 (+0,70%), & Nasdaq (+1,00%).
Penguatan tersebut terutama didorong oleh reli saham-saham teknologi berkapitalisasi besar setelah Amazon melonjak berkat pertumbuhan bisnis cloud yang kuat, sehingga meningkatkan optimisme investor terhadap prospek kecerdasan buatan (AI).
Sentimen positif tersebut turut mengangkat saham Alphabet, Microsoft, dan Meta, yang berhasil mengimbangi tekanan dari anjloknya saham Apple akibat gangguan pasokan chip.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung menguat seiring menurunnya tekanan jual investor asing. Investor hari ini akan mencermati rilis data Inflasi (Juli 2026) dan Neraca Perdagangan Indonesia (Juni 2026),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (03/8).





