Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (27/8/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Pelemahan

Oleh: Ria

27 Agustus 2026, 08:03
ANALIS MARKET (27/8/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Pelemahan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup melemah setelah data inflasi AS tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Sementara, banyak investor memilih wait-and-see menjelang rilis laporan laba Nvidia yang dijadwalkan pada hari yang sama. Rabu (26/8), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,21%, S&P 500 melemah tipis 0,02% dan Nasdaq Composite turun 0,08%. Laporan Departemen Perdagangan menunjukkan, inflasi tahunan AS pada Jul-26 meningkat jadi 3,7%, sedikit di atas ekspektasi. Data terpisah menunjukkan, ekonomi tumbuh 1,5% pada 3Q26. Selain itu, investor akan sangat mencermati pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat (28/8). Saham perusahaan keamanan siber CrowdStrike naik 2% menjelang pengumuman hasil kinerja 2Q26 yang dijadwalkan setelah penutupan perdagangan. Saham Moderna anjlok 5,8%. Saham Meta naik hampir 1,1% dan memimpin kenaikan di antara saham-saham megacap setelah menyepakati pembayaran hingga US$ 18 miliar serta melakukan perubahan besar pada Facebook dan Instagram guna menyelesaikan tuntutan hukum dari sejumlah negara bagian AS terkait dampak negatif terhadap anak-anak. Saham Apple juga menguat 1,1% dan saham Intuit turun 3,2% setelah perseroan memproyeksikan pendapatan tahunan di bawah konsensus. Sementara itu, saham J.M. Smucker naik 4,3% setelah perseroan memprediksi penurunan penjualan tahunan lebih kecil dari perkiraan.

Di sisi lain, Bursa saham Asia menguat pada Rabu (26/8), di tengah penurunan harga minyak dan yield obligasi seiring harapan Selat Hormuz segera kembali dibuka. Investor juga menanti laporan keuangan Nvidia. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,62%, serta Topix naik 0,42%; Hang Seng Hong Kong menguat 0,56%; Taiex Taiwan melesat 1,47%; dan Kospi Korea Selatan bertambah 0,97%. Sedangkan, ASX 200 Australia melemah 0,4%. Selain itu, Straits Times turun 0,25% dan FTSE Malaysia naik 0,70%. Sementara itu, sentimen pasar lain setelah Iran menyatakan kembali melakukan pembicaraan dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz. Selat strategis tersebut sebelumnya menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dunia sebelum konflik mengganggu pasokan. Optimisme tersebut menekan harga minyak. Di sisi lain, data inflasi konsumen Australia meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Jul-26. Kenaikan harga bahan bakar dan biaya perjalanan menjadi pendorong utama, sementara inflasi inti juga melampaui ekspektasi meningkatkan risiko kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). IHK (CPI) MoM Australia naik 1% pada Juli dibandingkan Juni, angka tersebut lebih tinggi dari konsensus sebesar 0,8%. YoY, inflasi Australia melambat menjadi 3,5% dari 3,8% pada Juni, lebih tinggi dari konsensus sebesar 3,3%.

Sementara itu, IHSG kemarin (26/8), ditutup turun 1.48%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp201 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, ISAT, AMMN, BBNI dan BBRI.

“IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan ke 6300 dan jika kuat bertahan di 6300, baru potensi rebound kembali. Diperkirakan Support IHSG: 6300-6350 dan Resist IHSG: 6450-6500,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (27/8).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: DSSA, INET, BRMS, BMRI, ISAT, dan TEBE.

Berikut ini trading plan-nya:

DSSA Spec Buy dengan area beli di 1060-1070, cutloss di bawah 1050. Target dekat di 1100-1120.

INET Buy on Weakness dengan area beli di 294-306, cutloss di bawah 290. Target dekat di 312-320.

BRMS Spec Buy dengan area beli di 715-720, cutloss di bawah 710. Target dekat di 730-750.

BMRI Buy on Weakness dengan area beli di 4130-4160, cutloss di bawah 4110. Target dekat di 4180-4220.

ISAT Buy on Weakness dengan area beli di 2380-2460, cutloss di bawah 2380. Target dekat di 2530-2580.

TEBE Spec Buy dengan area beli di 1640-1700, cutloss di bawah 1600. Target dekat di 1750-1800.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More