Bantuan|musibah kebakaran|desa adat sade|Kementerian Sosial (Kemensos)

Bantuan Kemensos ke Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Restorasi Rumah Disiapkan

Oleh: Ronal

24 Agustus 2026, 08:59
Bantuan Kemensos ke Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Restorasi Rumah Disiapkan

Foto : istimewa

Pasardana.id – Pemerintah lewat Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang menjadi korban kebakaran di Kampung Adat Sade di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bantuan yang dikirim Kemensos, antara lain 320 paket sembako, 180 paket family kit, 184 lembar kasur, 233 lembar tenda gulung, dan dua unit tenda serbaguna.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan, selain bantuan sembako, pihaknya juga akan melakukan perbaikan rumah warga yang menjadi korban dari musibah kebakaran ini.

"Bantuan telah disalurkan dan saat ini kami melalui Direktorat PSKB menunggu hasil asesmen dari Dinas Sosial setempat untuk usulan perbaikan rumah," kata menteri yang biasa disapa Gus Ipul ini, pada Minggu (23/8).

Untuk sementara ini, warga yang terdampak mengungsi di rumah kerabat dan posko pengungsian.

Pemerintah daerah bersama Dinas Sosial, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI-Polri, Tagana, aparat desa, dan relawan menangani kebutuhan mereka.

Bantuan juga datang dari Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati.

Sambil meninjau lokasi kebakaran. ia juga menyerahkan bantuan uang tunai Rp200 juta serta 100 paket sembako.

“Saya sudah berkoordinasi agar revitalisasi pembangunan di Desa Adat Sade dapat segera dilakukan. Ini bukan sekadar musibah bagi satu desa, tetapi duka bagi kita semua,” ujar Sari.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, bangunan yang terbakar akan diupayakan kembali seperti kondisi semula karena Sade memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Sasak.

“Justru itu nanti pasti prosesnya akan sangat mahal karena kita harus memastikan bahwa itu dibangun kembali seperti, namanya juga restorasi, kembali seperti semula gitu," ucapnya.

Menurut Lalu, sekitar 70 kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut menjadi prioritas penanganan sebelum restorasi dilakukan.

“Setelah menangani korban, menangani masyarakat yang tinggal di situ yang 70 KK, sekarang kita fokus untuk mempersiapkan restorasinya karena kita ini restorasi benda daerah yang bersejarah begitu,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga mulai mendata bangunan dan benda-benda budaya yang terdampak.

Restorasi yang disiapkan pemerintah nantinya menjadi pekerjaan besar untuk mengembalikan Sade sebagai kawasan adat tanpa menghilangkan karakter dan identitas masyarakat Sasak yang telah bertahan selama ratusan tahun.

Berita Terkini

See More