ANALIS MARKET (21/8/2026): IHSG Berpotensi Sideways
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks utama Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Kamis (20/8) karena kenaikan yield obligasi Treasury mengurangi minat risiko, sementara hasil kinerja yang mengecewakan dari retailer raksasa Walmart menurunkan sentimen investor terhadap sektor konsumen, dan lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,32%; S&P 500 turun 0,87%; dan Nasdaq Composite melemah 1,00%. Sektor consumer staples turun 1,93% dan mencatat persentase penurunan terbesar di antara sektor-sektor utama S&P 500, diikuti oleh sektor kesehatan yang turun 1,93%. Sektor consumer discretionary S&P 500 melemah 1,8%, dengan perusahaan berkapitalisasi pasar sangat besar seperti Amazon menjadi salah satu penekan terbesar terhadap poin indeks. Saham Walmart anjlok 9,2% setelah perseroan mencatat angka penjualan sebanding kuartalan yang berada di bawah ekspektasi Wall Street, akibat kenaikan harga bensin yang membuat konsumen membatasi pengeluaran. Di sisi lain, yield obligasi tenor 30 tahun dan 10 tahun sempat memangkas kenaikannya sesaat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan kemungkinan akan kembali meningkatkan volume pembelian kembali obligasi pemerintah.
Di sisi lain, Bursa Asia menguat pada Kamis (20/8), didukung rencana AS untuk membeli kembali surat utang jangka panjang guna menekan biaya pinjaman, yang meningkatkan sentimen pasar. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,36%; dan Topix menguat 1,18%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,8%, Taiex Taiwan menguat 0,48%, Kospi Korea Selatan melesat 5,89%, dan ASX 200 Australia bertambah 0,33%. Sementara itu, Straits Times turun 0,39% dan FTSE Malaysia naik 0,31%. Di sisi lain, tingkat pengangguran Australia meningkat ke level tertinggi sejak akhir tahun 2021 pada Jul-26. Data Australian Bureau of Statistics (ABS) menunjukkan jumlah tenaga kerja bersih turun 15.800 orang pada bulan Juli dibandingkan bulan Juni, lebih tinggi dibandingkan konsensus sekitar 15.000 orang. Sedangkan, impor Jepang mencapai rekor bulanan pada bulan Juli karena tingginya harga minyak mendorong kenaikan biaya energi dan tekanan inflasi. Sementara ekspor juga naik ke rekor tertinggi berkat pelemahan yen dan kuatnya permintaan terkait semikonduktor. Sementara itu China mempertahankan suku bunga acuan pinjaman (Loan Prime Rate/LPR) pada Agust-26. LPR tenor satu tahun di level 3,00%, sedangkan LPR tenor lima tahun tetap sebesar 3,50%.
Sementara itu, IHSG diperdagangan kemarin (20/8) ditutup naik 1.68%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp734 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah AMMN, BBRI, ANTM, BRMS, dan PSAB.
“IHSG berpotensi sideways di sekitar 6450-6500, dan jika break di atas 6520, baru akan melanjutkan penguatan ke 7300 middle term. Diperkirakan Support IHSG: 6450-6500 dan Resist IHSG: 6520-6600,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (21/8).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: COIN, MEDC, BIPI, PTRO, JGLE, dan BNBR.
Berikut ini trading plan-nya:
COIN Spec Buy dengan area beli di 880-890, cutloss di bawah 880. Target dekat di 920-975.
MEDC Spec Buy dengan area beli di 1415-1420, cutloss di bawah 1405. Target dekat di 1440-1470.
BIPI Buy if Break 153, dengan target dekat di 156-158. Cutloss di bawah 150.
PTRO Spec Buy dengan area beli di 5200-5250, cutloss di bawah 5200. Target dekat di 5375-5500.
JGLE Spec Buy dengan area beli di 88-90, cutloss di bawah 88. Target dekat di 93-96.
BNBR Spec Buy dengan area beli di 100-103, cutloss di bawah 100. Target dekat di 107-110.
Disclaimer on





