Mentan Amran Gerak Cepat Kirim Bantuan Pangan ke Korban Gempa NTT
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman turut menyalurkan bantuan beras untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Labuan Bajo, Rabu (19/8).
Bukan cuma beras saja, bantuan pangan lain seperti minyak goreng, mi instan, gula langsung dikirim menuju titik-titik terdampak tanpa menunggu proses administrasi yang panjang.
Menurut Mentan Amran, dalam kondisi bencana tidak ada ruang untuk memperdebatkan kewenangan, pangkat, ataupun prosedur yang justru memperlambat bantuan.
Keselamatan dan kebutuhan masyarakat harus didahulukan karena penanganan bencana adalah persoalan kemanusiaan.
“Ini penting, kita harus turun. Jangan melihat pangkat, jabatan, bukan. Ini kemanusiaan. Siapa yang melihat masalah, laporkan, kita eksekusi cepat,” kata Amran, Rabu (19/8).
Amran menegaskan, prosedur administratif tidak boleh menjadi alasan keterlambatan dalam kondisi darurat.
Beras yang dibutuhkan masyarakat dapat terlebih dahulu dikeluarkan dari gudang, sementara persetujuan dan administrasinya diselesaikan setelahnya.
“Ini perintah Bapak Presiden, kita harus bergerak cepat. Ambil dulu beras di gudang, proses izinnya, persetujuannya belakangan. Ini darurat. Nanti saya tanda tangan menyusul,” kata Amran.
Mentan Amran memastikan pasokan beras untuk masyarakat terdampak berada dalam kondisi aman, termasuk apabila penanganan bencana membutuhkan waktu lebih panjang.
“Kami hitung 34 ribu pengungsi, kebutuhan berasnya sekitar 300 ton per bulan. Stok kita di sini 39 ribu ton. Jadi tidak ada masalah. Enam bulan pun berasnya aman, sampai satu tahun aman,” ujarnya.
Dirinya meminta seluruh unsur pemerintah yang berada di lapangan berani mengambil keputusan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Dalam kondisi darurat, orientasi utama harus pada kecepatan pelayanan dan terpenuhinya kebutuhan warga.
Amran memastikan, Kementan akan terus mengawal bantuan pangan hingga kondisi masyarakat kembali pulih.
Dengan stok yang tersedia dan dukungan lintas instansi, pemerintah memastikan tidak boleh ada warga terdampak bencana yang kesulitan memperoleh pangan.
“Yang paling penting, kita bergerak cepat menyelesaikan masalah. Alhamdulillah kami sudah cek langsung dan sudah hitung kekuatan kita di sini. Aman, tidak ada masalah,” tandas dia.





