Mendag Budi Santoso|distribusi pangan|Bencana NTT

Mendag Pastikan Distribusi Pangan di Bencana NTT Tak Terganggu

Oleh: Ronal

18 Agustus 2026, 12:00
Mendag Pastikan Distribusi Pangan di Bencana NTT Tak Terganggu

Foto : istimewa

Pasardana.id – Akibat gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), empat pasar yang ada di wilayah mengalami kerusakan.

Hal ini tentu berpotensi terganggunya distribusi dan pasokan bahan pangan ke masyarakat.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengungkapkan, salah satu pasar yang mengalami kerusakan cukup parah yakni Pasar Inpres Ruteng di Manggarai.

Dimana sejumlah tiang di pasar tersebut mengalami kerusakan sehingga pemerintah daerah diminta untuk tidak menggunakan pasar tersebut sementara waktu.

"Jadi setelah kita identifikasi memang ada empat pasar yang mengalami rusak, tapi yang rusak itu ada satu pasar Inpres Ruteng di Manggarai ya, jadi kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah untuk karena banyak tiangnya yang rusak ya jadi kita minta untuk tidak digunakan dulu," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (17/8) kemarin.

Mendag mengatakan, aktivitas perdagangan di sejumlah pasar yang terdampak memang belum kembali normal.

Mendag bilang, saat ini pemerintah dan masyarakat masih fokus pada penanganan darurat pascabencana.

Pihaknya, sambung dia, terus memantau kebutuhan bahan pokok untuk memastikan kerusakan pasar tidak sampai mengganggu distribusi pangan.

"Nah, yang kedua kami terus akan memonitor mengenai kebutuhan bahan pokok ya jangan sampai distribusinya terganggu," ujarnya.

Sedangkan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, Kemendag telah berkoordinasi dengan distributor di wilayah sekitar NTT, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemendag juga berkoordinasi dengan pelaku usaha dari daerah lain untuk memastikan pasokan tetap tersedia.

"Kami juga sudah koordinasi dengan para distributor terutama distributor yang ada di wilayah lain yang di provinsi terdekat berarti di NTB misalnya ya, kita sudah koordinasi untuk dengan pelaku usaha agar tetap menjaga pasokan-pasokan terutama pascabencana ini di NTT," kata Budi.

Kemendag juga menyiapkan skema business matching antarwilayah apabila terjadi kenaikan harga atau kekurangan pasokan di NTT.

Salah satu pasokan yang dapat didorong berasal dari Jawa Timur.

Mendag Budi mencontohkan, pasokan telur dari Blitar, Jawa Timur, yang dapat disalurkan ke wilayah timur ketika terjadi kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan.

"Kita itu ya, ketika daerah-daerah lain itu harganya naik, kita membuat namanya business matching antarwilayah. Jadi mau nggak mau kita fasilitasi ya dengan dinas dan pelaku usahanya agar ketemu antara supplier dan pembeli yang ada di wilayah timur yang harganya mahal. Ya seperti yang di Jawa Timur, di Blitar kan suplainya banyak," ucapnya.

Berita Terkini

See More