transisi energi|program transisi energi|Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026|ISEW 2026|bappenas

Transisi Energi RI Tak Cukup Berbekal Target, Investasi dan Kolaborasi Jadi Kunci

Oleh: Corri

12 Agustus 2026, 14:33
Transisi Energi RI Tak Cukup Berbekal Target, Investasi dan Kolaborasi Jadi Kunci

Foto : istimewa

Pasardana.id — Transisi energi Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar target ambisius.

Keselarasan kebijakan, investasi, teknologi, sektor swasta, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk menerjemahkan target tersebut menjadi proyek dan manfaat nyata.

Hal itu menjadi fokus Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 yang digelar pada 19–20 Agustus 2026 di Fairmont Hotel Jakarta.

ISEW diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian ESDM, didukung Pemerintah Jerman serta diorganisir GIZ Indonesia & ASEAN.

ISEW 2026 mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, mitra pembangunan, dan inovator untuk mendorong kemitraan serta solusi konkret bagi transisi energi.

Direktur Transmisi, Ketenagalistrikan, Kedirgantaraan, dan Antariksa Bappenas, Yusuf Suryanto mengatakan tantangan Indonesia bukan hanya menetapkan target, tetapi memastikan target tersebut diwujudkan dalam bentuk investasi, proyek, dan manfaat bagi perekonomian serta masyarakat.

Pada hari pertama, ISEW mengusung tema “From Targets to Action: Delivering Indonesia’s Energy Transition” dengan pembahasan antara lain ketahanan energi, investasi swasta, reformasi ketenagalistrikan, pengelolaan limbah energi terbarukan, keterlibatan masyarakat, serta pemanfaatan energi surya.

Kerja sama Indonesia-Jerman juga menjadi bagian penting.

Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan dijadwalkan membuka ISEW 2026 bersama perwakilan Bappenas dan Kementerian ESDM.

Rangkaian kegiatan mencakup peluncuran fasilitas pendingin bertenaga surya di IPB University dan kunjungan ke PLTS Terapung Cirata untuk melihat penerapan sistem prakiraan cuaca guna mendukung integrasi energi terbarukan ke sistem kelistrikan.

Pada 20 Agustus, fokus ISEW bergeser pada mobilisasi investasi dan inovasi, termasuk pembiayaan energi terbarukan, strategi de-risking proyek, dekarbonisasi industri, pengadaan energi terbarukan, serta hambatan implementasi.

ISEW juga menghadirkan pameran teknologi, networking, business matchmaking, Business Collaboration Hub, dan Women in Energy Lunch.

Tahun ini, ISEW digelar bersamaan dengan Indosolar 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI).

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan antara kebijakan, industri energi surya, teknologi, dan investasi.

Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari menilai, tantangan energi surya kini bukan lagi soal ketersediaan teknologi, melainkan bagaimana mengubah potensi besar Indonesia menjadi proyek yang bankable, menarik investasi, dan dapat direalisasikan dalam skala besar.

ISEW 2026 membawa pesan bahwa transisi energi tidak dapat dilakukan satu institusi saja.

Keberhasilannya bergantung pada kolaborasi pemerintah, industri, investor, akademisi, mitra pembangunan, masyarakat, dan inovator untuk mengubah ambisi kebijakan menjadi pembiayaan, teknologi, kemitraan, serta aksi nyata.

Berita Terkini

See More