PT Itsec Asia Tbk|CYBR|ITSEC Cyber & AI Academy|cybersecurity|Artificial Intelligence (AI)|Stella Christie|Yulius C. Rusli

ITSEC Asia Gebrak Talenta Digital, Luncurkan Academy Cybersecurity & AI

Oleh: Corri

10 Agustus 2026, 17:11
ITSEC Asia Gebrak Talenta Digital, Luncurkan Academy Cybersecurity & AI

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.idPT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta sebagai langkah memperkuat talenta Indonesia di bidang cybersecurity dan artificial intelligence (AI).

Academy tersebut mengusung pembelajaran berbasis praktik, pengalaman industri, serta teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan profesional dan organisasi di tengah pesatnya digitalisasi dan adopsi AI.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan kebutuhan talenta digital Indonesia masih sangat besar.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini baru tersedia sekitar 3 juta talenta.

“Kesenjangan ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri dan institusi pendidikan,” ujar Nezar.

Menurutnya, inisiatif seperti ITSEC Cyber & AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan talenta Indonesia menghadapi pertumbuhan ekonomi digital.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan pengalaman 16 tahun perusahaan di bidang cybersecurity kini diterjemahkan ke dalam program pengembangan talenta.

“Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah berada di garis depan cybersecurity. Sekarang kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan talenta yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya yang menjaga masa depan digital Indonesia,” katanya, seperti dilansir dalam siaran pers, Senin (10/8).

Academy mengusung filosofi “We don't just train defenders. We create them.” dengan pendekatan practitioner-led. Peserta menjalani proses pengembangan kompetensi mulai dari asesmen, pembelajaran, praktik hingga evaluasi.

Dua Fokus Kompetensi

ITSEC Cyber & AI Academy memiliki dua fokus utama, yakni Cybersecurity Academy: Defend & Attack serta AI Academy: Build & Govern.

Program cybersecurity membekali peserta dengan kemampuan memahami, menguji, mempertahankan dan merespons ancaman siber melalui perspektif defensif maupun ofensif.

Sementara AI Academy berfokus pada kemampuan membangun, menerapkan dan mengelola teknologi AI dengan memperhatikan aspek keamanan serta tata kelola.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menilai penguasaan data dan teknologi menjadi faktor penting dalam memanfaatkan AI secara strategis.

“Data baru menjadi kekuatan strategis ketika kita memiliki kemampuan untuk melindunginya dan menggunakannya dengan tepat,” ujar Stella.

President Director ITSEC Cyber & AI Academy, Yulius C. Rusli, mengatakan program Academy dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi para profesional.

“Peserta tidak hanya mempelajari konsep cybersecurity dan AI, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan melalui asesmen, pembelajaran adaptif dan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi yang mereka hadapi dalam pekerjaan,” jelasnya.

Untuk mendukung proses tersebut, Academy mengembangkan ekosistem teknologi yang mencakup AKSI, CAKRA, SAKTI, PERISAI dan JAGA.

AKSI digunakan untuk asesmen kompetensi, CAKRA mendukung pengelolaan pembelajaran, sedangkan SAKTI menyediakan pembelajaran adaptif berbasis AI, cybersecurity, intelligence, data dan programming.

Adapun PERISAI menyediakan cyber range berbasis AI untuk mensimulasikan skenario cybersecurity, AI security dan intelligence.

Sementara JAGA mendukung cyber awareness melalui simulasi phishing berbasis AI, pelatihan interaktif dan analitik kinerja.

Dorong Pipeline Talenta

Peluncuran Academy menjadi bagian dari upaya ITSEC Asia memperluas kontribusi terhadap ekosistem digital Indonesia, khususnya dalam membangun pipeline talenta cybersecurity dan AI.

ITSEC Asia juga menjalankan ITSEC CyberTalent, program yang memberikan akses pembelajaran, pendampingan dan pengalaman industri bagi talenta muda berpotensi di bidang cybersecurity.

Dalam peluncuran Academy, ITSEC Asia memberikan dukungan kepada Ibrahim Al Abrar, pelajar asal Boyolali, Jawa Tengah, yang memperoleh Letter of Appreciation dari NASA setelah menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada salah satu sistem publik NASA melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP).

Dukungan tersebut mencakup perangkat pembelajaran cybersecurity, pelatihan privat bersama ahli ITSEC Asia, serta kesempatan magang di ITSEC Asia setelah memenuhi persyaratan yang berlaku.

“Talenta hebat dapat lahir dari mana saja. Tantangan terbesar sering kali bukan kemampuan, melainkan akses terhadap pembelajaran, pendampingan dan kesempatan,” kata Patrick.

Melalui ITSEC Cyber & AI Academy dan ITSEC CyberTalent, ITSEC Asia menargetkan penguatan kompetensi sumber daya manusia cybersecurity dan AI agar mampu menghadapi ancaman siber sekaligus memanfaatkan teknologi AI secara aman dan bertanggung jawab.

Berita Terkini

See More