TPIA|Chandra Asri Group|PT Chandra Asri Pacific Tbk|PT Chandra Asri Sentral Solusi (CASS)|Artificial Intelligence (AI)

Dari Back Office ke Strategic Business Partner, CASS Dukung Transformasi Chandra Asri Group

Oleh: Corri

22 September 2026, 12:39
Dari Back Office ke Strategic Business Partner, CASS Dukung Transformasi Chandra Asri Group

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Seiring dengan ekspansi bisnis dan semakin terintegrasi operasional perusahaan, fungsi shared services kini berkembang dari sekadar penyedia layanan administrasi menjadi mitra strategis yang mendukung pertumbuhan dan penciptaan nilai bagi bisnis.

Tren ini juga terlihat dalam pengembangan model shared services global, yang semakin mengandalkan teknologi, artificial intelligence (AI), standardisasi proses, serta pengukuran kinerja berbasis hasil bisnis.

Perubahan tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam sesi Exclusive Seminar “Launchpad To Success” yang diselenggarakan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group, IDX: TPIA) yang membahas mengenai "Unlocking Opportunities in a Changing Business Landscape".

Dalam sesi tersebut, Mark Teoh, Deloitte Southeast Asia Human Capital Portfolio Leader, membahas evolusi shared services serta bagaimana organisasi dapat memanfaatkan teknologi dan kapabilitas internal untuk meningkatkan nilai yang diberikan kepada bisnis.

“Shared services tidak lagi hanya tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Perannya berkembang menjadi platform untuk membangun kapabilitas perusahaan, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi bisnis,” ujar Mark Teoh, dalam siaran pers, Selasa (22/9).

Menurut Deloitte, perubahan model shared services tercermin dalam perubahan cara organisasi membangun kapabilitas internal, mengintegrasikan AI ke dalam service delivery dan mengadopsi pengukuran berbasis business outcomes.

Dalam survei Deloitte terhadap lebih dari 500 eksekutif bisnis dan teknologi global, 70% organisasi menyatakan telah membawa kembali pekerjaan yang sebelumnya di-outsourcing dalam lima tahun terakhir untuk memperkuat kapabilitas internal, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kontrol.

Sementara itu, 92% responden telah berencana mengintegrasikan AI ke dalam service delivery, dan adopsi model berbasis outcome meningkat menjadi 67%.

Perubahan ini menjadi semakin relevan bagi Chandra Asri Group yang terus mengembangkan portofolio di sektor energi & kimia, integrasi infrastruktur, dan solusi mobilitas, sekaligus memperluas aktivitasnya di kawasan.

Pertumbuhan tersebut membutuhkan fondasi operasional yang mampu mengikuti skala dan kompleksitas bisnis, didukung oleh proses yang terintegrasi, standar yang konsisten, serta kapabilitas yang scalable.

Sebagai entitas yang menaungi fungsi pendukung Chandra Asri Group, PT Chandra Asri Sentral Solusi (CASS) berperan sebagai platform yang mengintegrasikan dan mengonsolidasikan proses di seluruh Grup.

Saat ini, layanan CASS mencakup Finance, Human Resources, Procurement, dan Customer Operations, yang mendukung berbagai kebutuhan operasional Grup mulai dari pemrosesan transaksi dan pelaporan keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, pengadaan barang dan jasa, hingga proses terkait pelanggan.

Dalam Seminar tersebut, Presiden Direktur CASS, Lenny Woen, mengatakan, “CASS dibangun untuk mendukung Chandra Asri Group dalam menghadapi skala dan kompleksitas bisnis yang terus berkembang. Peran kami bukan hanya memastikan proses berjalan efisien dan konsisten, tetapi juga membangun kapabilitas yang memungkinkan bisnis bergerak lebih cepat, memanfaatkan teknologi dan fokus pada penciptaan nilai. Karena itu, kami akan terus memperkuat CASS, dari sekadar penyedia layanan menjadi mitra strategis bagi bisnis.”

Transformasi CASS dilakukan melalui tiga fokus utama, yaitu standardisasi proses, pemanfaatan teknologi, otomasi dan analytics, serta pengembangan kapabilitas Artificial Intelligence (AI).

CASS terus mendorong otomasi dan analytics untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas layanan, sekaligus mengembangkan pemanfaatan AI untuk mendukung cara kerja yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan CASS untuk membangun kapabilitas yang dapat digunakan secara lebih luas di lingkungan Grup.

Dengan standardisasi proses dan teknologi, layanan dapat dikembangkan secara scalable seiring dengan bertambahnya entitas dan kebutuhan bisnis, tanpa harus membangun kapabilitas yang sama secara terpisah di masing-masing entitas.

Sejalan dengan ekspansi Chandra Asri Group di kawasan, CASS juga mulai memperluas dukungannya di luar Indonesia.

CASS saat ini telah mendukung Aster di Singapura, memperluas cakupan layanan shared services Grup sekaligus membangun pengalaman dalam mendukung bisnis dengan kebutuhan dan karakteristik operasional yang berbeda.

Ke depan, CASS akan terus memperluas cakupan layanan dan kapabilitasnya, termasuk rencana integrasi fungsi Information Technology (IT) pada 2027.

Pengembangan tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas antara bisnis, teknologi, data, dan sumber daya manusia di seluruh Grup.

“Pertumbuhan Chandra Asri Group membutuhkan organisasi yang tidak hanya besar, tetapi juga semakin terintegrasi dan agile. CASS akan terus membangun kapabilitas yang memungkinkan Grup memperoleh manfaat dari skala, standardisasi, teknologi, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi masing-masing bisnis untuk berkembang sesuai dengan kebutuhannya,” lanjut Lenny.

Dengan transformasi tersebut, CASS diarahkan untuk menjadi trusted strategic partner bagi Chandra Asri Group, menyediakan layanan yang terintegrasi, terstandardisasi, dan scalable sekaligus menjadi enabler bagi pertumbuhan bisnis, peningkatan operational excellence dan ekspansi Grup di tingkat regional.

Berita Terkini

See More